Kami bersama Umar antara Mekah dan Madinah sehingga kami mulai mencari bulan baru. Dan aku adalah seorang pria dengan penglihatan yang tajam, sehingga aku bisa melihatnya, tetapi tidak ada yang melihatnya kecuali aku. Aku mulai berkata kepada Umar: Apakah kamu tidak melihatnya? Tapi dia tidak mau melihatnya. Setelah itu Umar berkata: Aku akan segera dapat melihatnya (ketika itu akan bersinar lebih terang). Saya berbaring di tempat tidur. Dia kemudian menyebutkan orang-orang Badr kepada kami dan berkata: Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) menunjukkan kepada kami suatu hari sebelum (pertempuran yang sebenarnya) tempat kematian orang-orang (yang berpartisipasi) dalam (Pertempuran) Badar dan dia berkata: Ini akan menjadi tempat kematian besok, jika Allah menghendaki. Umar berkata: Demi Dia yang mengutusnya dengan kebenaran, mereka tidak melewatkan tempat-tempat (kematian mereka) yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bagi mereka. Kemudian mereka semua dilemparkan ke dalam sumur satu demi satu. Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) kemudian mendatangi mereka dan berkata: Oh, ini dan itu, putra ini dan itu; Wahai ini dan itu, anak dari ini dan itu, apakah engkau telah menemukan kebenaran apa yang telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepadamu? Namun, saya telah menemukan kebenaran mutlak apa yang telah dijanjikan Allah kepada saya. Umar berkata: Rasulullah, bagaimana engkau berbicara dengan tubuh tanpa jiwa di dalamnya. Setelah itu dia berkata: Kamu tidak dapat mendengar lebih jelas daripada (pendengaran mereka) dari apa yang aku katakan, tetapi dengan pengecualian ini bahwa mereka tidak memiliki kekuatan untuk membuat jawaban apa pun.
Kitab Surga, Deskripsinya, Nikmatnya, dan Penghuninya
Sahih Muslim 2873 - Komentar oleh Ulama Klasik
Analisis Kontekstual
Riwayat ini dari Sahih al-Muslim menunjukkan pengetahuan mendalam yang diberikan kepada Nabi Muhammad (ﷺ) oleh Allah. Insiden ini terjadi selama perjalanan antara Mekah dan Madinah, di mana para sahabat mencari hilal, menetapkan hubungan abadi antara pengamatan langit dan ritual Islam.
Pengetahuan Ilahi Terlebih Dahulu
Ramalan tepat Nabi tentang tempat kematian para syuhada di Badr menggambarkan 'ilm al-ghayb (pengetahuan tentang yang gaib) yang diberikan secara eksklusif kepada para utusan. Ulama menekankan bahwa ini bukan pengetahuan pribadi tetapi wahyu ilahi, menegaskan kenabiannya.
Berbicara kepada yang Meninggal
Ketika Nabi berbicara kepada para syuhada di sumur, ia menunjukkan bahwa orang mati di kuburan mereka mendengar dan memahami, meskipun mereka tidak dapat merespons. Komentator klasik menjelaskan ini sebagai hak istimewa khusus untuk nabi dan syuhada, yang jiwa mereka tetap terhubung dengan tubuh mereka di kubur, tidak seperti orang mati biasa.
Realitas Spiritual
Kebingungan awal Umar menyoroti keterbatasan persepsi manusia dibandingkan dengan wawasan kenabian. Konfirmasi para syuhada tentang janji ilahi memperkuat kepastian Surga bagi mereka yang mati di jalan Allah, kesaksian mereka bergema sepanjang kekekalan.
Implikasi Teologis
Hadis ini menetapkan beberapa masalah akidah: kebenaran kenabian, realitas pahala syahid, keberlanjutan jiwa setelah kematian, dan status khusus mereka yang berjuang di jalan Allah - kesaksian mereka berfungsi sebagai bukti abadi bagi yang hidup.