Dia yang dipertanggungjawabkan pada hari kiamat sebenarnya akan disiksa. Aku berkata: Bukankah Allah Ta'Maha Mulia telah berfirman ini: 'Dia akan menjadi sasaran perhitungan yang mudah" (Ixxxiv. 8)? Setelah itu dia berkata: (Apa yang tersirat) bukanlah perhitungan yang sebenarnya, tetapi hanya penyampaian perbuatan seseorang kepada-Nya. Dia yang diperiksa secara menyeluruh dalam perhitungan akan disiksa.
Kitab Surga, Deskripsinya, Nikmatnya, dan Penghuninya
Sahih Muslim 2876 a - Komentar oleh Imam An-Nawawi
Sifat Perhitungan Ilahi
Hadis membedakan antara dua jenis perhitungan pada Hari Kiamat: 'ard (presentasi) dan hisab (pemeriksaan terperinci). 'Ard adalah penampakan lembut dari amal yang akan dialami semua orang beriman, seperti yang disebutkan dalam Surah Al-Inshiqaq. Ini adalah "perhitungan mudah" yang dijanjikan kepada orang-orang saleh.
Namun, pemeriksaan terperinci (hisab) melibatkan pertanyaan dan pengawasan yang ketat terhadap setiap amal kecil. Ini adalah siksaan yang disebutkan dalam hadis, disediakan bagi mereka yang dosanya memerlukan penyelidikan menyeluruh. Sahabat Nabi memahami dengan benar bahwa ayat Al-Quran merujuk pada presentasi yang penuh rahmat, bukan perhitungan yang keras.
Interpretasi Ilmiah
Ulama klasik menjelaskan bahwa orang beriman akan mengalami berbagai tingkat perhitungan. Orang yang saleh akan memiliki amal baik mereka diterima tanpa pengawasan terperinci, sementara yang lain akan menghadapi pertanyaan yang sebanding dengan kekurangan mereka. Siksaan sejati terletak pada pengungkapan dan pemeriksaan kesalahan seseorang di hadapan Pengadilan Ilahi.
Ajaran ini menekankan pentingnya tobat yang tulus dan melakukan amal baik, mencari rahmat Allah untuk berada di antara mereka yang diberikan perhitungan mudah. Perbedaan ini berfungsi sebagai peringatan dan dorongan bagi umat Islam untuk memurnikan niat dan tindakan mereka.