Mengklarifikasi kondisi iman bagi orang yang berkata kepada saudara muslimnya: "Wahai ()." Sahih Muslim 60 b

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ، وَيَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، جَمِيعًا عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ، قَالَ يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏أَيُّمَا امْرِئٍ قَالَ لأَخِيهِ يَا كَافِرُ ‏.‏ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ ‏"
Terjemahan
Dilaporkan tentang kewibawaan Ibnu 'Umar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

Setiap orang yang memanggil saudaranya: "Wahai orang" (sebenarnya telah melakukan tindakan yang dengannya ketidakpercayaan ini) akan kembali kepada salah satu dari mereka. Jika demikian, seperti yang dia tegaskan (maka ketidakpercayaan manusia dikonfirmasi tetapi jika itu tidak benar), maka itu kembali kepadanya (kepada orang yang melabelinya pada saudaranya Muslim).