Mengklarifikasi kondisi fath orang yang dengan sengaja menyangkal ayahnya Sahih Muslim 63 b
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّاءَ بْنِ أَبِي زَائِدَةَ، وَأَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ، عَنْ سَعْدٍ، وَأَبِي، بَكْرَةَ كِلاَهُمَا يَقُولُ سَمِعَتْهُ أُذُنَاىَ، وَوَعَاهُ، قَلْبِي مُحَمَّدًا صلى الله عليه وسلم يَقُولُ "مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِيهِ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ "
Terjemahan
Sa'd dan Abu Bakra masing-masing berkata
Telingaku mendengar dan pendengaranku memeliharanya sehingga Muhammad (shallallahu 'alaihi wa sallam) mengamati: Dia yang mengklaim untuk orang lain sebagai ayahnya selain ayahnya sendiri dengan mengetahui bahwa dia bukan ayahnya.