Memperjelas bahwa iman kepada Allah yang maha tinggi adalah amal terbaik Sahih Muslim 85 a
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنِ الشَّيْبَانِيِّ، عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ الْعَيْزَارِ، عَنْ سَعْدِ بْنِ إِيَاسٍ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَىُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ "الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا " . قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ " بِرُّ الْوَالِدَيْنِ " . قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ " الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ " . فَمَا تَرَكْتُ أَسْتَزِيدُهُ إِلاَّ إِرْعَاءً عَلَيْهِ .
Terjemahan
Diriwayatkan tentang otoritas 'Abdullah b. Mas'ud yang dia amati. Saya bertanya kepada Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) perbuatan mana yang terbaik. Dia (Nabi Suci) menjawab
Doa pada jam yang ditentukan. Saya (lagi) berkata: Lalu apa? Dia (Nabi Suci) menjawab: Kebaikan kepada orang tua. Saya (lagi) berkata: Lalu apa? Dia menjawab: Sungguh-sungguh berusaha (Jihad) di jalan Allah. Dan saya tidak akan berhenti mengajukan lebih banyak pertanyaan tetapi karena menghormati (perasaannya).