Akankah seseorang dihukum karena tindakannya selama Jahlilliyyah? Sahih Muslim 120 b

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا أَبِي وَوَكِيعٌ، ح وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، - وَاللَّفْظُ لَهُ - حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنُؤَاخَذُ بِمَا عَمِلْنَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ ‏"‏مَنْ أَحْسَنَ فِي الإِسْلاَمِ لَمْ يُؤَاخَذْ بِمَا عَمِلَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ ‏.‏ وَمَنْ أَسَاءَ فِي الإِسْلاَمِ أُخِذَ بِالأَوَّلِ وَالآخِرِ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan tentang otoritas Abdullah b. Mas'ud

Kami pernah berkata: Rasulullah, apakah kami akan bertanggung jawab atas perbuatan kami yang dilakukan dalam keadaan bodoh? Dia (Nabi Suci) mengamati: Dia yang melakukan perbuatan baik dalam Islam tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dia lakukan dalam keadaan tidak tahu, tetapi dia yang melakukan kejahatan (setelah masuk ke dalam kawanan Islam) akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya sebelumnya dan kemudian.