Sahih Muslim

Sahih Muslim 124 a

Ketulusan Iman dan Kemurniannya
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ، وَأَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ ‏‏{‏ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ‏}‏ شَقَّ ذَلِكَ عَلَى أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَقَالُوا أَيُّنَا لاَ يَظْلِمُ نَفْسَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏لَيْسَ هُوَ كَمَا تَظُنُّونَ إِنَّمَا هُوَ كَمَا قَالَ لُقْمَانُ لاِبْنِهِ ‏{‏
Terjemahan
Diriwayatkan pada otoritas 'Abdullah (b. Mas'ud) bahwa ketika ayat ini diturunkan

"Orang-orang yang beriman dan tidak mengacaukan kepercayaannya dengan kesalahan" (vi. 82), para sahabat Rasulullah sangat gelisah. Mereka berkata: Siapakah di antara kita (yang begitu beruntung) sehingga dia tidak berbuat salah pada dirinya sendiri? Atas hal ini Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkomentar: Itu tidak berarti apa yang kamu duga: Ini menyiratkan apa yang dikatakan Luqman kepada anaknya: Wahai anakku, janganlah kamu mengasosiasikan apa pun dengan Allah, karena sesungguhnya itu adalah kesalahan yang paling berat (xxxi. 13).