Menjelaskan iman yang dengannya seseorang diterima masuk ke surga, dan bahwa orang yang berpegang teguh pada apa yang diperintahkan kepadanya akan masuk surga Sahih Muslim 15 c

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَعْيَنَ، حَدَّثَنَا مَعْقِلٌ، - وَهُوَ ابْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ - عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، أَنَّ رَجُلاً، سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ أَرَأَيْتَ إِذَاصَلَّيْتُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ وَصُمْتُ رَمَضَانَ وَأَحْلَلْتُ الْحَلاَلَ وَحَرَّمْتُ الْحَرَامَ وَلَمْ أَزِدْ عَلَى ذَلِكَ شَيْئًا أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَالَ ‏"‏ نَعَمْ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَاللَّهِ لاَ أَزِيدُ عَلَى ذَلِكَ شَيْئًا
Terjemahan
Diriwayatkan tentang kewibawaan Jabir bahwa seorang pria pernah berkata kepada Rasulullah (صلى الله عليه وسلم)

Haruskah aku masuk surga jika aku mengucapkan shalat wajib, memelihara (puasa) Ramadhan dan memperlakukan itu sebagai halal yang telah diizinkan (oleh Syari'ah) dan menyangkal diriku sendiri bahwa apa yang dilarang, dan tidak menambahnya? Dia (Nabi Suci) menjawab dengan tegas. Dia (penanya) berkata: Demi Allah, saya tidak akan menambahkan apa-apa padanya.