Keturunan 'Eisa bin Mariam untuk menghakimi menurut Syariah Nabi Muhammad (saws); Dan bagaimana Allah telah menghormati umat ini; Dan mengklarifikasi bukti bahwa agama ini tidak akan dibatalkan; dan bahwa sekelompok dari sana akan terus berpegang teguh pada kebenaran dan menang sampai hari kebangkitan Sahih Muslim 155 b
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنَاهُ عَبْدُ الأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، ح وَحَدَّثَنِيهِ حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ حَدَّثَنِي يُونُسُ، ح وَحَدَّثَنَا حَسَنٌ الْحُلْوَانِيُّ، وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ صَالِحٍ، كُلُّهُمْ عَنِ الزُّهْرِيِّ، بِهَذَا الإِسْنَادِ وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ عُيَيْنَةَ " إِمَامًا مُقْسِطًا وَحَكَمًا عَدْلاً " . وَفِي رِوَايَةِ يُونُسَ " حَكَمًا عَادِلاً " . وَلَمْ يَذْكُرْ " إِمَامًا مُقْسِطًا " . وَفِي حَدِيثِ صَالِحٍ " حَكَمًا مُقْسِطًا " كَمَا قَالَ اللَّيْثُ . وَفِي حَدِيثِهِ مِنَ الزِّيَادَةِ " وَحَتَّى تَكُونَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا " . ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ { وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ} الآيَةَ
Terjemahan
Hadis yang sama diturunkan dari Zuhri dengan rantai transmisi yang sama. Tetapi dalam tradisi yang diriwayatkan oleh Ibnu 'Uyaina, kata-katanya adalah
"pemimpin yang tidak memihak dan hakim yang adil" dan dalam tradisi yang diriwayatkan oleh Yunus: "hakim yang menghakimi dengan keadilan" dan "pemimpin yang tidak memihak" tidak disebutkan. Dan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Salih seperti yang disampaikan oleh Laith kata-katanya adalah: "hakim yang tidak memihak". Dan dalam hadis yang disampaikan oleh Ziyad kata-katanya adalah: "Sampai satu sajda lebih baik dari dunia dan apa yang terkandung di dalamnya. Kemudian Abu Huraira biasa berkata, "bacalah" jika Anda suka: Tidak ada seorang pun dari Umat Kitab yang akan gagal percaya kepadanya sebelum kematiannya.