Sahih Muslim

Sahih Muslim 214

Bukti bahwa siapa pun yang mati karena kekafiran, tidak ada perbuatan baik yang akan bermanfaat baginya
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، عَنْ دَاوُدَ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْنُ جُدْعَانَ كَانَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ يَصِلُ الرَّحِمَ وَيُطْعِمُ الْمِسْكِينَ فَهَلْ ذَاكَ نَافِعُهُ قَالَ ‏"‏لاَ يَنْفَعُهُ إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ ‏"
Terjemahan
'Aisyah melaporkan

Aku berkata: Rasulullah, putra Yud'an yang menjalin hubungan, memberi makan orang miskin. Apakah itu akan berguna baginya? Dia berkata: Tidak ada gunanya baginya karena dia tidak pernah berkata: Ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku pada hari kiamat.