وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ، السَّاعِدِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُوَيْمِرًا الْعَجْلاَنِيَّ جَاءَ إِلَى عَاصِمِ بْنِ عَدِيٍّ الأَنْصَارِيِّ فَقَالَ لَهُ أَرَأَيْتَ يَا عَاصِمُ لَوْ أَنَّ رَجُلاً وَجَدَ مَعَ امْرَأَتِهِ رَجُلاً أَيَقْتُلُهُ فَتَقْتُلُونَهُ أَمْ كَيْفَ يَفْعَلُ فَسَلْ لِي عَنْ ذَلِكَ يَا عَاصِمُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ فَسَأَلَ عَاصِمٌ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَكَرِهَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْمَسَائِلَ وَعَابَهَا حَتَّى كَبُرَ عَلَى عَاصِمٍ مَا سَمِعَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَلَمَّا رَجَعَ عَاصِمٌ إِلَى أَهْلِهِ جَاءَهُ عُوَيْمِرٌ فَقَالَ يَا عَاصِمُ مَاذَا قَالَ لَكَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ عَاصِمٌ لِعُوَيْمِرٍ لَمْ تَأْتِنِي بِخَيْرٍ قَدْ كَرِهَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْمَسْأَلَةَ الَّتِي سَأَلْتُهُ عَنْهَا ‏.‏ قَالَ عُوَيْمِرٌ وَاللَّهِ لاَ أَنْتَهِي حَتَّى أَسْأَلَهُ عَنْهَا ‏.‏ فَأَقْبَلَ عُوَيْمِرٌ حَتَّى أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَسَطَ النَّاسِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ رَجُلاً وَجَدَ مَعَ امْرَأَتِهِ رَجُلاً أَيَقْتُلُهُ فَتَقْتُلُونَهُ أَمْ كَيْفَ يَفْعَلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ قَدْ نَزَلَ فِيكَ وَفِي صَاحِبَتِكَ فَاذْهَبْ فَأْتِ بِهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ سَهْلٌ فَتَلاَعَنَا وَأَنَا مَعَ النَّاسِ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَلَمَّا فَرَغَا قَالَ عُوَيْمِرٌ كَذَبْتُ عَلَيْهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَمْسَكْتُهَا ‏.‏ فَطَلَّقَهَا ثَلاَثًا قَبْلَ أَنْ يَأْمُرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ فَكَانَتْ سُنَّةَ الْمُتَلاَعِنَيْنِ ‏.‏
Terjemahan
Abu Huraira radhi.a.'anhu melaporkan bahwa Sa'd b. Ubada (Allah berkenan kepadanya) berkata

Rasulullah, jika saya menemukan seorang pria bersama istri saya, haruskah saya menunggu sampai saya membawa empat saksi? Dia berkata: Ya.

Comment

Kitab Memohon Kutukan - Sahih Muslim 1498 b

Utusan Allah, jika saya menemukan seorang laki-laki bersama istri saya, haruskah saya menunggu sampai saya membawa empat saksi? Dia berkata: Ya.

Komentar tentang Hadis

Hadis ini menetapkan persyaratan bukti yang ketat untuk membuktikan perzinaan (zina) dalam hukum Islam. "Ya" yang tegas dari Nabi mengonfirmasi bahwa empat saksi Muslim yang jujur harus benar-benar menyaksikan tindakan fisik penetrasi untuk menetapkan tuduhan serius ini.

Keputusan ini berfungsi sebagai perlindungan ilahi terhadap tuduhan palsu dan melestarikan kehormatan keluarga. Ini menunjukkan pendekatan seimbang Islam - sementara melarang perzinaan secara mutlak, itu juga melindungi orang dari klaim fitnah. Persyaratan untuk empat saksi membuat tuduhan palsu hampir mustahil untuk dibuktikan secara hukum.

Ketika bukti seperti itu tidak tersedia, prosedur li'an (saling mengutuk) menjadi relevan, di mana suami dan istri bersumpah di hadapan Allah mengenai tuduhan tersebut. Prosedur alternatif ini melindungi kedua belah pihak sambil mengakui keseriusan masalah.

Implikasi Hukum

Keputusan ini mencegah penilaian terburu-buru dan keadilan massa, membutuhkan proses peradilan yang tepat. Ini menekankan bahwa kecurigaan belaka atau bukti tidak langsung tidak dapat menetapkan pelanggaran modal ini.

Kebijaksanaan di balik persyaratan ketat ini melestarikan harmoni sosial dan melindungi individu dari tuduhan palsu yang dapat menghancurkan reputasi dan keluarga. Ini mencerminkan pendekatan komprehensif Islam terhadap keadilan, di mana larangan dosa besar dan perlindungan orang yang tidak bersalah sama-sama penting.