Sahih Muslim
Sahih Muslim 306 b
Diperbolehkan bagi seseorang yang sedang junub untuk tidur, tetapi dianjurkan baginya untuk melakukan wudu', dan mencuci bagian pribadinya jika dia ingin makan, minum, tidur, atau berhubungan intim
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ عُمَرَ، اسْتَفْتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ هَلْ يَنَامُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ قَالَ " نَعَمْلِيَتَوَضَّأْ ثُمَّ لْيَنَمْ حَتَّى يَغْتَسِلَ إِذَا شَاءَ "
Terjemahan
Ibnu 'Umar berkata
'Umar menanyakan putusan Syariah dari Rasul (صلى الله عليه وسلم) sebagai berikut: Apakah diperbolehkan bagi salah satu dari kita untuk tidur dalam keadaan najis? Dia (Nabi berkata: Ya, dia harus berwudhu dan kemudian tidur dan mandi ketika dia menghendaki.