حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ، حَدَّثَنَا حَيْوَةُ، أَخْبَرَنِي شُرَحْبِيلُ بْنُ شَرِيكٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيَّ، يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
'Abdullah b. Amr melaporkan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Seluruh dunia adalah persediaan, dan objek terbaik dari manfaat dunia adalah wanita saleh.

Comment

Teks dan Konteks Hadis

Hadis yang mulia menyatakan: "Seluruh dunia adalah perbekalan, dan objek manfaat terbaik dari dunia adalah wanita yang saleh." Pengajaran yang mendalam ini muncul dalam Sahih Muslim dan koleksi otentik lainnya, menyoroti perspektif Islam tentang perbekalan duniawi dan pemanfaatannya yang optimal.

Tradisi ini berasal dari otoritas Abdullah ibn Amr ibn al-As (semoga Allah meridainya), yang menceritakan bahwa Rasulullah (semoga damai menyertainya) menyampaikan kebijaksanaan ini kepada para sahabatnya.

Analisis Leksikal

Istilah "perbekalan" (mata') dalam hadis merujuk pada semua yang Allah sediakan dalam kehidupan duniawi ini untuk manfaat dan kenikmatan manusia. Ini mencakup harta benda, hubungan, peluang, dan semua sarana penghidupan yang diizinkan.

"Wanita saleh" (al-mar'ah al-salihah) menunjukkan seorang wanita yang memenuhi kewajibannya kepada Allah melalui ketaatan dan ibadah, dan kepada keluarganya melalui perilaku yang benar, pengasuhan anak yang tepat, dan mempertahankan kesucian rumahnya.

Komentar Ilmiah

Imam al-Nawawi, dalam komentarnya tentang Sahih Muslim, menjelaskan bahwa hadis ini menetapkan keunggulan istri yang saleh di atas semua harta duniawi lainnya. Sementara seluruh dunia diciptakan untuk manfaat manusia, yang paling unggul dari manfaat ini adalah wanita saleh yang membantu suaminya dalam iman dan urusan duniawi.

Ibn Hajar al-Asqalani mencatat bahwa kesalehan seorang wanita membawa berkah yang komprehensif - dia melestarikan dirinya sendiri dan kehormatan suaminya, membesarkan anak-anak yang saleh, mengelola urusan rumah tangga dengan kebijaksanaan, dan menjadi sumber ketenangan seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an: "Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka."

Implikasi Praktis

Pengajaran ini menekankan pentingnya mencari dan menghargai pasangan yang saleh di atas kekayaan materi. Seorang wanita saleh mengubah rumah menjadi rumah yang dipenuhi dengan berkah ilahi dan ketenangan spiritual.

Hadis ini juga berfungsi sebagai panduan bagi wanita untuk berusaha mencapai kesalehan, mengetahui bahwa status spiritual mereka mengangkat mereka di atas semua harta duniawi di hadapan Allah dan Rasul-Nya.

Bagi pria, ini menggarisbawahi tanggung jawab untuk menghargai, menghormati, dan mendukung istri mereka dalam mempertahankan kesalehan mereka, mengakui mereka sebagai berkah duniawi terbesar setelah iman itu sendiri.