وَحَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، حَدَّثَنِي ابْنُ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِنَّ الْمَرْأَةَ كَالضِّلَعِ إِذَا ذَهَبْتَ تُقِيمُهَا كَسَرْتَهَا وَإِنْ تَرَكْتَهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Abu Huraira (Allah ridha kepadanya) melaporkan Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Barangsiapa beriman kepada Allah dan akhirat, jika ia menyaksikan sesuatu ia harus berbicara dengan baik tentang hal itu atau diam. Bersikaplah baik terhadap wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika Anda mencoba meluruskannya, Anda akan mematahkannya, dan jika Anda meninggalkannya, kebengkokannya akan tetap ada di sana. Jadi bersikaplah baik terhadap wanita.

Comment

Komentar Hadis: Kitab Penyusuan (Sahih Muslim 1468a)

Hadis yang mendalam dari Sahih Muslim ini mengandung dua ajaran penting untuk perilaku Muslim: pengaturan ucapan dan hubungan pernikahan. Bagian pertama menetapkan bahwa ucapan seorang mukmin harus bermanfaat atau ditahan, mencerminkan iman sejati kepada Allah dan Akhirat.

Sifat Penciptaan Wanita

Metafora tulang rusuk menggambarkan sifat bawaan wanita. Sama seperti tulang rusuk memiliki kelengkungan alami yang tidak dapat diluruskan secara paksa tanpa kerusakan, begitu pula wanita memiliki kualitas bawaan yang harus dipahami dan diakomodasi daripada ditentang.

Ini bukanlah penghinaan tetapi pengakuan akan hikmah ilahi dalam penciptaan. "Kelengkungan" mengacu pada sifat emosional dan psikologis alami yang, ketika dipahami dengan benar dan dibimbing dengan lembut, menjadi sumber kekuatan daripada kelemahan.

Penerapan Praktis dalam Pernikahan

Para ulama menjelaskan bahwa upaya "meluruskan" tulang rusuk mewakili kritik keras, terus-menerus mencari kesalahan, atau mencoba mengubah sifat dasar istri secara fundamental. Hal ini menyebabkan "keretakan" hubungan - perceraian atau perselisihan domestik.

Kebijaksanaan kenabian mengarahkan suami untuk melatih kesabaran, mengabaikan ketidaksempurnaan kecil, dan menghargai sifat saling melengkapi dalam hubungan pernikahan. Kebaikan di sini mencakup dukungan emosional, penyediaan finansial, nasihat lembut, dan mengakui perbedaan sebagai bagian dari rancangan Allah.

Dimensi Spiritual

Ajaran ini menghubungkan perlakuan yang tepat terhadap wanita dengan iman yang sempurna. Mukmin yang memahami hubungannya dengan Allah secara alami memanifestasikan kebaikan terhadap ciptaan Allah, terutama mereka yang berada di bawah perawatannya.

Hadis pada akhirnya menyerukan keseimbangan antara bimbingan dan penerimaan, mengakui bahwa kesempurnaan hanya milik Allah sambil berusaha untuk kebenaran dalam semua hubungan.