Dia yang melihatku dalam tidur sebenarnya melihatku, karena tidak mungkin bagi setan untuk muncul dalam bentuk-Ku; dan dia juga berkata: Ketika ada di antara kamu yang melihat hulm, dia tidak boleh memberi tahu siapa pun, karena itu adalah semacam permainan-iblis dalam keadaan tidur.
Kitab Mimpi - Sahih Muslim 2268a
Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan semoga damai dan berkah tercurah kepada Rasul terakhir-Nya, Muhammad.
Teks Hadis
"Barangsiapa melihatku dalam tidur, sesungguhnya ia telah melihatku, karena setan tidak mungkin muncul dalam wujudku; dan dia juga berkata: Ketika salah satu dari kalian melihat hulm, janganlah ia memberitahu siapa pun, karena itu adalah semacam permainan sia-sia setan dalam keadaan tidur."
Komentar pada Bagian Pertama
Pernyataan "Barangsiapa melihatku dalam tidur, sesungguhnya ia telah melihatku" menetapkan bahwa penglihatan sejati Nabi (ﷺ) dalam mimpi memang merupakan pertemuan yang nyata. Ini karena setan tidak mampu mengambil wujud Nabi (ﷺ) berkat perlindungan ilahi (ʿiṣmah) yang diberikan kepadanya. Penglihatan seperti itu dianggap sebagai rahmat dan kabar gembira bagi orang beriman, menunjukkan kejujuran iman mereka dan hubungan mereka dengan Nabi (ﷺ). Ulama seperti Imam al-Nawawi menegaskan bahwa ini adalah konsensus Ahl al-Sunnah.
Komentar pada Bagian Kedua
Istilah "hulm" merujuk pada mimpi buruk atau mimpi menakutkan yang berasal dari setan. Nabi (ﷺ) memerintahkan orang beriman untuk tidak menceritakan mimpi seperti itu kepada orang lain. Larangan ini memiliki beberapa hikmah: mencegah menimbulkan ketakutan atau kesedihan pada orang lain, menghindari menyebarkan permainan sia-sia setan, dan melindungi pemimpi dari potensi bahaya atau mata jahat. Tindakan yang disarankan saat mengalami hulm adalah meminta perlindungan kepada Allah dari setan, meludah ringan ke kiri tiga kali, dan mengubah posisi tidur.
Perbedaan Antara Ru'yā dan Hulm
Ilmu keislaman membedakan antara "ru'yā" (mimpi baik dari Allah) dan "hulm" (mimpi buruk dari setan). Mimpi sejati adalah salah satu dari empat puluh enam bagian kenabian, sebagaimana ditetapkan dalam riwayat otentik. Mereka terjadi ketika jiwa agak terlepas dari gangguan tubuh dan urusan duniawi, membuatnya lebih reseptif terhadap inspirasi ilahi. Mimpi buruk, bagaimanapun, terjadi ketika jiwa terganggu atau ketika setan mengambil keuntungan dari keadaan spiritual seseorang.
Panduan Praktis
Ketika seseorang mengalami mimpi sejati tentang Nabi (ﷺ), mereka harus bersyukur kepada Allah dan meningkatkan amal baik. Mereka dapat membagikannya dengan orang-orang yang berilmu dan saleh untuk interpretasi jika mereka menginginkannya. Adapun mimpi buruk, mereka tidak boleh diceritakan kepada siapa pun. Mengikuti panduan kenabian mengenai mimpi melindungi orang beriman dari tekanan psikologis dan bahaya spiritual, sambil memungkinkan mereka untuk mendapatkan manfaat dari kabar gembira yang mungkin datang melalui penglihatan saleh.