Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: Sepuluh adalah perbuatan menurut fitra: memotong kumis, membiarkan janggut tumbuh, menggunakan tongkat gigi, menghirup air di hidung, memotong kuku, mencuci sendi jari, mencabut rambut di bawah ketiak, mencukur kemaluan dan membersihkan bagian pribadi dengan air. Narator berkata: Saya telah melupakan yang kesepuluh, tetapi mungkin itu telah membilas mulut.
Kitab Penyucian - Sahih Muslim 261a
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Hadis mulia ini dari Nabi Muhammad (ﷺ) kami menghitung sepuluh perbuatan yang sesuai dengan fitrah asli di mana Allah menciptakan umat manusia. Praktik-praktik ini menyucikan tubuh dan jiwa, menyelaraskan orang beriman dengan kecenderungan alami yang Allah maksudkan untuk ciptaan-Nya.
Makna Fitra
Fitra merujuk pada kecenderungan bawaan dengan mana Allah menciptakan umat manusia - keadaan alami penyerahan kepada Sang Pencipta. Sepuluh perbuatan ini membantu mempertahankan keadaan murni ini dan membedakan Muslim dalam penampilan dan kebersihan mereka.
Penjelasan Rinci tentang Perbuatan
Memotong kumis: Untuk memotongnya pendek sehingga tidak menutupi bibir atas, menunjukkan kebersihan dan perbedaan dari praktik non-Muslim.
Membiarkan janggut tumbuh: Untuk membiarkannya alami sebagai lambang kejantanan dan mengikuti Sunnah, sambil menjaganya rapi dan bersih.
Menggunakan siwak: Untuk menyucikan mulut dan menyenangkan Allah, karena shalat dengan mulut bersih memiliki pahala lebih besar.
Memasukkan air ke hidung: Selama wudhu untuk membersihkan lubang hidung dari kotoran.
Memotong kuku: Untuk mencegah penumpukan kotoran dan menjaga kebersihan.
Mencuci sendi jari: Memastikan pembersihan menyeluruh selama wudhu di mana kotoran dapat menumpuk.
Mencabut bulu ketiak: Menghilangkan apa yang menyebabkan bau tidak sedap dan menjaga kebersihan.
Mencukur bulu kemaluan: Untuk penyucian dan mencegah penumpukan kotoran.
Membersihkan bagian pribadi dengan air: Setelah buang air kecil untuk memastikan penyucian lengkap.
Berkumur: Perbuatan kesepuluh yang disebutkan oleh beberapa perawi, menyelesaikan penyucian rongga mulut.
Manfaat Ilmiah
Perbuatan-perbuatan ini menggabungkan penyucian spiritual dan fisik. Mereka berfungsi sebagai ciri khas Muslim, mempromosikan kesehatan yang baik, dan mempersiapkan orang beriman untuk ibadah. Para ulama berbeda pendapat tentang frekuensi yang disarankan untuk beberapa perbuatan, meskipun ada konsensus tentang sifat wajib atau sangat disarankan mereka. Semoga Allah memberikan kita kemampuan untuk secara konsisten mempraktikkan sunnah-sunnah fitra ini.