حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، - رضى الله عنهما - عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ ذَكَرَ رَمَضَانَ فَقَالَ ‏"‏ لاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ وَلاَ تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Amati dengan cepat saat melihatnya (bulan baru) dan pecahkan saat melihatnya. Tetapi jika (karena awan) posisi sebenarnya dari bulan itu disembunyikan dari Anda, Anda harus menghitung tiga puluh (hari).

Comment

Kitab Puasa - Sahih Muslim 1081c

Berpuasalah saat melihatnya (bulan sabit) dan berbukalah saat melihatnya. Tetapi jika (karena awan) posisi sebenarnya bulan tersembunyi dari Anda, maka Anda harus menghitung tiga puluh (hari).

Komentar tentang Penglihatan Bulan

Hadis mulia ini menetapkan prinsip dasar untuk menentukan awal dan akhir Ramadan melalui penglihatan bulan secara fisik. Perintah "berpuasalah saat melihatnya" menunjukkan kewajiban dimulai saat konfirmasi visual bulan sabit yang terverifikasi, bukan hanya melalui perhitungan astronomi.

Pengulangan "saat melihatnya" untuk memulai dan mengakhiri puasa menekankan keseragaman legislasi ilahi ini. Metode yang sama yang memulai bulan yang diberkati juga mengakhirinya, menjaga konsistensi dalam ibadah kita.

Kebijaksanaan Ilahi dalam Kondisi Berawan

Frasa "jika posisi sebenarnya tersembunyi dari Anda" merujuk pada kondisi cuaca yang mencegah penglihatan bulan. Di sini, rahmat Allah terwujud melalui instruksi untuk "menghitung tiga puluh hari," memberikan alternatif yang jelas ketika pengamatan langsung tidak mungkin.

Penyelesaian tiga puluh hari ini berfungsi sebagai solusi praktis yang melestarikan sifat bulan dari bulan-bulan Islam sambil mengakomodasi hambatan alam. Ini menunjukkan keseimbangan Syariah antara kepatuhan ideal dan realitas praktis.

Interpretasi Ulama

Mayoritas ulama memahami "penglihatan" memerlukan konfirmasi visual aktual oleh saksi yang dapat diandalkan. Ini mempertahankan tradisi Kenabian sambil memastikan persatuan komunitas dalam ibadah.

Penghitungan tiga puluh hari ketika bulan terhalang mencerminkan prinsip untuk melanjutkan dengan kepastian setelah upaya yang wajar telah dilakukan. Ini mencegah kesulitan yang tidak perlu sambil menegakkan kewajiban agama.