Kewajiban berpuasa Ramadhan saat bulan sabit terlihat, dan berbuka puasa saat bulan sabit terlihat, dan jika mendung di awal atau akhir bulan, maka bulan tersebut harus selesai sebagai tiga puluh hari. Sahih Muslim 1081 d

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ الْعَبْدِيُّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ، عُمَرَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، - رضى الله عنه - قَالَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْهِلاَلَ فَقَالَ ‏"‏إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَعُدُّوا ثَلاَثِينَ ‏"
Terjemahan
Abu Huraira radhiyallahu 'anhu, meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, menyebutkan bulan baru dan (dalam hal ini) bersabda

Ayakanlah puasa ketika kamu melihatnya (bulan baru) dan berbuka puasa ketika kamu melihatnya (bulan baru Syawal), tetapi ketika (posisi sebenarnya dari bulan itu) disembunyikan darimu (karena langit mendung), maka hitung tiga puluh hari.