وَحَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى التُّجِيبِيُّ، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ، شِهَابٍ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، - رضى الله عنه - قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخِلْفَةُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Abu Huraira dan Abu Sa'id (Allah berkenan dengan keduanya) melaporkan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) (sebagai berkata)

Allah Ta'Agung dan Maha Mulia berfirman: Puasa (secara eksklusif) dimaksudkan untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahalanya. Ada dua (kesempatan) sukacita bagi pengamat puasa. Dia merasakan sukacita ketika dia berbuka puasa dan dia bahagia ketika dia bertemu dengan Allah. Demi Allah di Tangan-Nya adalah kehidupan Muhammad, nafas pengamat puasa lebih manis bagi Allah daripada aroma musk.

Comment

Kitab Puasa - Sahih Muslim 1151 f

Allah, Yang Maha Tinggi dan Maha Agung, berfirman: Puasa (secara eksklusif) dimaksudkan untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahalanya. Ada dua (kesempatan) kegembiraan bagi yang berpuasa. Dia merasa gembira ketika berbuka puasa dan dia bahagia ketika bertemu Allah. Demi Allah yang di Tangan-Nya kehidupan Muhammad, napas orang yang berpuasa lebih harum bagi Allah daripada wangi kesturi.

Komentar Ilmiah

Hadis Qudsi yang suci ini mengungkapkan status luar biasa puasa di antara amal ibadah. Ketika Allah menyatakan "Puasa secara eksklusif dimaksudkan untuk-Ku," ini menandakan bahwa puasa adalah tindakan murni tersembunyi antara hamba dan Tuhannya, tidak seperti shalat atau sedekah yang mungkin disaksikan oleh orang lain.

Janji ilahi "Aku akan memberikan pahalanya" menunjukkan bahwa Allah sendiri akan membalas orang yang berpuasa tanpa batas, karena pahala tidak ditentukan seperti amal ibadah lainnya, menunjukkan kemurahan hati Allah yang tak terbatas.

Dua kegembiraan yang disebutkan mewakili kebahagiaan duniawi dan spiritual: kesenangan sah berbuka puasa setelah menahan diri, dan kegembiraan abadi bertemu Allah sementara telah memenuhi kewajiban mulia ini.

Perbandingan napas orang yang berpuasa dengan kesturi, meskipun secara fisik tidak menyenangkan, menunjukkan bagaimana Allah mengubah perjuangan hamba-hamba-Nya menjadi sesuatu yang dicintai-Nya, mengangkat keadaan spiritual mereka di atas penampilan fisik.