وَحَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى التُّجِيبِيُّ، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ، شِهَابٍ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، - رضى الله عنه - قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخِلْفَةُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Sahl b. Sa'd (Allah ridha kepadanya) melaporkan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Di surga ada sebuah pintu gerbang yang disebut Rayyan yang melaluinya hanya orang-orang yang berpuasa yang akan masuk pada Hari Kebangkitan. Tidak ada orang lain yang mau masuk bersama mereka. Akan diumumkan: Di manakah orang-orang yang berpuasa agar mereka harus diterima di dalamnya? Dan ketika yang terakhir dari mereka akan masuk, itu akan ditutup dan tidak ada yang akan memasukinya.

Comment

Keunggulan Puasa dalam Kitab Puasa - Sahih Muslim 1152

Riwayat ini dari Nabi Muhammad (semoga damai besertanya) menggambarkan kehormatan khusus yang disediakan bagi mereka yang menjalankan puasa di Surga. Gerbang bernama "Rayyan" secara eksklusif ditetapkan bagi mereka yang memenuhi rukun Islam ini.

Komentar Ulama tentang Hadis

Nama "Rayyan" berasal dari akar bahasa Arab yang berarti "terpuaskan" atau "kenyang," menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa akan terpuaskan secara abadi di Surga setelah menahan dahaga dan lapar di dunia ini.

Sifat eksklusif gerbang ini menunjukkan status tinggi puasa di hadapan Allah. Sementara amal saleh lainnya memiliki pahalanya, puasa menempati posisi unik karena itu adalah ibadah antara hamba dan Tuhannya saja.

Pernyataan yang memanggil orang-orang yang berpuasa menekankan pengakuan publik atas pengabdian mereka. Penutupan gerbang setelah orang terakhir yang berpuasa masuk menandakan penyelesaian kehormatan khusus ini dan pemenuhan janji Allah.

Signifikansi Spiritual

Hadis ini berfungsi sebagai dorongan besar bagi Muslim untuk bertahan dalam puasa, mengingatkan mereka bahwa kekurangan duniawi sementara mereka akan ditukar dengan kehormatan dan keistimewaan abadi di Akhirat.

Ulama mencatat bahwa pahala eksklusif ini berlaku bagi mereka yang berpuasa dengan iman yang tulus dan mencari keridhaan Allah, bukan hanya karena kebiasaan atau konformitas sosial.