Seorang pelacur melihat seekor anjing bergerak di sekitar sumur pada hari yang panas dan menjulurkan lidahnya karena haus. Dia mengambil air untuk itu di sepatunya dan dia diampuni (untuk tindakannya ini).
Teks Hadis
Seorang pelacur melihat seekor anjing berkeliling di sekitar sumur pada hari yang panas dan menjulurkan lidahnya karena haus. Dia mengambil air untuknya dengan sepatunya dan dia diampuni (untuk perbuatannya ini).
Referensi: Sahih Muslim 2245 a | Kitab Salam
Komentar tentang Makna
Hadis yang mendalam ini menunjukkan keluasan rahmat Allah dan bagaimana satu perbuatan baik dapat menebus dosa-dosa besar. Wanita yang dimaksud dikenal karena ketidaksopanannya, namun tindakan belas kasihnya yang tulus terhadap makhluk yang sedang menderita menjadi sarana pengampunan ilahinya.
Para ulama menjelaskan bahwa penderitaan anjing karena haus yang ekstrem mewakili setiap makhluk hidup yang benar-benar membutuhkan. Penggunaan sepatunya - barang pribadi - menunjukkan ketidakegoisannya yang lengkap dan tanggapan langsung tanpa mempedulikan harta duniawi.
Implikasi Hukum dan Spiritual
Riwayat ini menetapkan bahwa menunjukkan belas kasihan kepada hewan adalah sarana untuk mendapatkan pengampunan Allah. Para ahli hukum menyimpulkan dari ini bahwa memberikan air kepada hewan yang haus adalah perbuatan ibadah yang dianjurkan.
Hadis ini juga menggambarkan bahwa tidak ada pendosa yang harus putus asa dari rahmat Allah. Ketika seseorang beralih kepada kebaikan dengan niat yang tulus, bahkan setelah lama berdosa, penerimaan Allah selalu siap. Besarnya dosa-dosanya sebelumnya membuat penebusan ini lebih luar biasa.
Selain itu, para ulama mencatat bahwa penerimaan perbuatan tersebut meskipun dilakukan dengan barang yang najis secara ritual (sepatu) menunjukkan bahwa kebutuhan mengesampingkan pertimbangan ritual tertentu ketika menunjukkan belas kasihan kepada makhluk.
Pelajaran Etika yang Lebih Luas
Ajaran ini menekankan rahmat Islam yang komprehensif yang meluas ke semua ciptaan. Pelestarian kehidupan dan pengurangan penderitaan adalah nilai-nilai Islam yang mendasar.
Ini juga mengajarkan bahwa perbuatan dinilai berdasarkan niat dan ketulusannya daripada latar belakang pelakunya. Sebuah tindakan yang tampaknya kecil dilakukan dengan ketulusan sempurna dapat mengungguli seumur hidup pelanggaran dalam timbangan Allah.
Narasi ini berfungsi sebagai harapan abadi bagi pendosa yang bertobat dan pengingat bagi Muslim untuk tidak pernah meremehkan tindakan kebaikan apa pun, betapapun kecilnya kelihatannya.