Mengklarifikasi bahwa puasa dimulai saat fajar, dan seseorang boleh makan dan selain itu sampai fajar dimulai; Dan memperjelas fajar yang berkaitan dengan hukum tentang awal puasa dan awal waktu Sholat Subh, dan selain itu, yaitu Fajar Kedua, yang disebut Fajar Sejati. Fajar Pertama, yang merupakan Fajar Palsu, tidak ada hubungannya dengan keputusan Sahih Muslim 1093 c
Terjemahan
Hadis ini telah diriwayatkan tentang otoritas Sulaiman Taimi dengan rantai pemancar yang sama dan, pada akhirnya, dikatakan bahwa Adzan pertama dimaksudkan untuk membangunkan mereka yang tertidur di antara mereka dan untuk membuat mereka berbalik yang berdiri (shalat) di antara mereka (menuju makanan pada awal puasa). Jarir (salah satu perawi) mengatakan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) tidak mengatakan seperti ini tetapi dia mengatakan seperti itu (fajar sejati) bahwa garis-garis (fajar sejati) adalah horizontal dan tidak vertikal.