Sunan an-Nasa'i
Sunan an-Nasa'i 2857
Larangan Menutupi Wajah Atau Kepala Muhrim Jika Dia Meninggal
Teks hadis bahasa Arab
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا خَلَفٌ، - يَعْنِي ابْنَ خَلِيفَةَ - عَنْ أَبِي بِشْرٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَجُلاً، كَانَ حَاجًّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَنَّهُ لَفَظَهُ بَعِيرُهُ فَمَاتَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " يُغَسَّلُ وَيُكَفَّنُ فِي ثَوْبَيْنِ وَلاَ يُغَطَّى رَأْسُهُ وَوَجْهُهُ فَإِنَّهُ يَقُومُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلَبِّيًا "
Terjemahan
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa
Seorang pria sedang melakukan haji bersama Rasulullah dan unta betina melemparkannya dan dia mati. Rasulullah SAW bersabda: “Cuci dia dan selubung dia dengan dua pakaian, dan jangan menutupi wajahnya, karena dia akan dibangkitkan pada hari kiamat membaca Talbiyah.”