Alasan Mengapa Nabi Terburu-buru Saat Melakukan Tawaf Di Sekitar Rumah Sunan an-Nasa'i 2946

Teks hadis bahasa Arab
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَرَبِيٍّ، قَالَ سَأَلَ رَجُلٌ ابْنَ عُمَرَ عَنِ اسْتِلاَمِ الْحَجَرِ، فَقَالَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْتَلِمُهُ وَيُقَبِّلُهُ ‏.‏ فَقَالَ الرَّجُلُ أَرَأَيْتَ إِنْ زُحِمْتُ عَلَيْهِ أَوْ غُلِبْتُ عَلَيْهِ فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ رضى الله عنهما اجْعَلْ أَرَأَيْتَ بِالْيَمَنِ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْتَلِمُهُ وَيُقَبِّلُهُ ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan bahwa Az-Zubair bin Adiyy berkata

“Seorang pria bertanya kepada Ibnu Umar tentang menyentuh Batu Hitam dan dia berkata: 'Saya melihat Rasulullah menyentuhnya dan menciumnya. ' Pria itu berkata: 'Bagaimana jika terlalu ramai dan saya kewalahan? ' Ibnu Umar, semoga Allah berkenan kepadanya, berkata: “Tinggalkan “bagaimana jika” Anda di Yaman! Aku melihat Rasulullah menyentuhnya dan menciumnya.”