Sunan an-Nasa'i
Sunan an-Nasa'i 4958
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ عَجْلاَنَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ سُئِلَ عَنِ الثَّمَرِ الْمُعَلَّقِ فَقَالَ " مَا أَصَابَ مِنْ ذِي حَاجَةٍ غَيْرِ مُتَّخِذٍ خُبْنَةً فَلاَ شَىْءَ عَلَيْهِ وَمَنْ خَرَجَ بِشَىْءٍ مِنْهُ فَعَلَيْهِ غَرَامَةُ مِثْلَيْهِ وَالْعُقُوبَةُ وَمَنْ سَرَقَ شَيْئًا مِنْهُ بَعْدَ أَنْ يُئْوِيَهُ الْجَرِينُ فَبَلَغَ ثَمَنَ الْمِجَنِّ فَعَلَيْهِ الْقَطْعُ وَمَنْ سَرَقَ دُونَ ذَلِكَ فَعَلَيْهِ غَرَامَةُ مِثْلَيْهِ وَالْعُقُوبَةُ " .
Amr bin Syuaib meriwayatkan dari ayahnya, dari kakeknya Abdullah bin Amr, bahwa Rasulullah ditanya tentang buah yang masih di pohon. Beliau menjawab, “Yang diambil orang membutuhkan tanpa dimasukkan ke saku dan dibawa pergi tidak dikenai hukuman. Namun, siapa yang membawanya pergi harus membayar dua kali nilainya dan dihukum. Jika seseorang mencuri barang yang telah disimpan dengan baik dan nilainya setara perisai, tangannya dipotong. Jika nilainya kurang, ia harus membayar dua kali nilainya dan dihukum.”