Sunan an-Nasa'i

Sunan an-Nasa'i 3397

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Suami Mengumumkan Perceraian Saat Istri Sedang Menstruasi
Teks hadis bahasa Arab
أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، مَوْلَى طَلْحَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏"‏ مُرْهُفَلْيُرَاجِعْهَا ثُمَّ لْيُطَلِّقْهَا وَهِيَ طَاهِرٌ أَوْ حَامِلٌ ‏"
Terjemahan
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa dia menceraikan istrinya saat dia sedang menstruasi. Dia menyebutkan hal itu kepada Nabi dan dia berkata

“Katakan padanya untuk membawanya kembali, lalu ceraikan dia saat dia masih murni (tidak menstruasi) atau hamil.”