Menyebutkan Perintah Rasulullah tentang Perkawinan, Istri-isterinya dan apa yang Diizinkan Allah, Yang Mahakuasa dan Mahakuasa, kepada Nabi ketika dilarang bagi orang lain, karena kebajikan dan kedudukannya yang tinggi Sunan an-Nasa'i 3197

Teks hadis bahasa Arab
أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ، قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ، قَالَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ، قَالَ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَتُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَعِنْدَهُ تِسْعُ نِسْوَةٍ يُصِيبُهُنَّ إِلاَّ سَوْدَةَ فَإِنَّهَا وَهَبَتْ يَوْمَهَا وَلَيْلَتَهَا لِعَائِشَةَ ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas

Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata: “Ketika Rasulullah meninggal, dia memiliki sembilan istri; dia dulu dekat dengan mereka semua kecuali satu, yang telah menyerahkannya siang dan malam untuk 'Aisha.”