Izin Menikah Tanpa Mahar Sunan an-Nasa'i 3356
Teks hadis bahasa Arab
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ فِرَاسٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، فِي رَجُلٍ تَزَوَّجَ امْرَأَةً فَمَاتَ وَلَمْ يَدْخُلْ بِهَا وَلَمْ يَفْرِضْ لَهَا قَالَلَهَا الصَّدَاقُ وَعَلَيْهَا الْعِدَّةُ وَلَهَا الْمِيرَاثُ . فَقَالَ مَعْقِلُ بْنُ سِنَانٍ فَقَدْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَضَى بِهِ فِي بِرْوَعَ بِنْتِ وَاشِقٍ.
Terjemahan
Diriwayatkan bahwa 'Abdullah berkata, tentang seorang pria yang menikahi seorang wanita, kemudian meninggal sebelum menyelesaikan pernikahan dengannya, dan tanpa menyebutkan mas kawin.
“Dia harus memiliki mas kawin, dan dia harus mematuhi 'Iddah, dan dia dapat mewarisi.” Ma'qil bin Sinan berkata: “Saya mendengar Nabi mengeluarkan keputusan yang sama tentang Birwa' bint Washiq.”