أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُدْعَانَ، سَمِعَهُ مِنَ الْقَاسِمِ بْنِ رَبِيعَةَ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ عَلَى دَرَجَةِ الْكَعْبَةِ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَقَالَ " الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ أَلاَ إِنَّ قَتِيلَ الْعَمْدِ الْخَطَإِ بِالسَّوْطِ وَالْعَصَا شِبْهِ الْعَمْدِ فِيهِ مِائَةٌ مِنَ الإِبِلِ مُغَلَّظَةٌ مِنْهَا أَرْبَعُونَ خَلِفَةٌ فِي بُطُونِهَا أَوْلاَدُهَا "
Terjemahan
Disebutkan bahwa Ibnu Umar berkata
“Rasulullah berdiri pada hari penaklukan Mekah, di tangga Ka'bah. Dia memuji dan memuliakan Allah, lalu dia berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi hamba-Nya dan mengalahkan sekutu-sekutu saja. Barangsiapa yang dibunuh dengan sengaja, dengan cambuk atau tongkat, seperti yang disengaja, karena itu (Diyah) adalah seratus unta - hukuman berat - yang empat puluh di antaranya adalah unta betina hamil dengan anak-anaknya di dalam rahimnya.”