أَخْبَرَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْبَرَاءِ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ ذَكَرَ كَلِمَةً مَعْنَاهَا قَالَ " ائْتُونِي بِالْكَتِفِ وَاللَّوْحِ " . فَكَتَبَ { لاَ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ } وَعَمْرُو بْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ خَلْفَهُ فَقَالَ هَلْ لِي رُخْصَةٌ فَنَزَلَتْ { غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ } .
Terjemahan
Diriwayatkan dari Al-Bara' bahwa Nabi (ﷺ) berkata
“Bawalah kepadaku tulang belikat unta atau loh, dan tulislah: Tidak sama dengan orang-orang mukmin yang duduk (di rumah).” [1] Amr bin Umm Maktum ada di belakangnya dan dia berkata: “Apakah ada kelonggaran bagiku?” Kemudian diturunkan sebagai berikut: “Kecuali orang-orang yang cacat (karena cedera atau buta atau lumpuh).” [2] [1] An-Nisa' 4:95. [2] An-Nisa' 4:95. [2]