أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ قَزَعَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، - وَهُوَ ابْنُ حَبِيبٍ - عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ لَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏"‏ يَا جَابِرُ هَلْ أَصَبْتَ امْرَأَةً بَعْدِي ‏"‏ ‏.‏ قُلْتُ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ أَبِكْرًا أَمْ أَيِّمًا ‏"‏ ‏.‏ قُلْتُ أَيِّمًا ‏.‏ قَالَ ‏"‏ فَهَلاَّ بِكْرًا تُلاَعِبُكَ ‏"
Terjemahan
Narasi Jabir

Diriwayatkan bahwa Jabir berkata: “Rasulullah menemuiku dan berkata: 'Wahai Jabir, apakah kamu sudah menikah dengan seorang wanita sejak terakhir kali aku melihatmu? ' Aku berkata, 'Ya, wahai Rasulullah. ' Dia berkata: “Kepada seorang perawan atau wanita yang sudah menikah sebelumnya?” Aku berkata: “Kepada seorang wanita yang sudah menikah sebelumnya.” Dia berkata: 'Mengapa tidak seorang perawan, sehingga dia bisa bermain denganmu? '”