أَخْبَرَنَا أَزْهَرُ بْنُ جَمِيلٍ، قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ النُّعْمَانِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، قَالَ اخْتَلَفَ أَهْلُ الْكُوفَةِ فِي هَذِهِ الآيَةِ { وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا } فَرَحَلْتُ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَنَزَلَتْ فِي آخِرِ مَا أُنْزِلَتْ وَمَا نَسَخَهَا شَىْءٌ .
Terjemahan
Diriwayatkan bahwa Sa'id bin Jabair berkata
“Orang-orang Kufah berselisih tentang ayat ini: “Dan barangsiapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja. Maka aku pergi kepada Ibnu Abbas dan bertanya kepadanya, dan dia berkata: “Itu diturunkan di antara yang terakhir dari apa yang diturunkan, dan tidak ada yang dibatalkan setelahnya.