أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَرْبٍ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، أَنَّ أَبَاهُ، نَحَلَهُ نُحْلاً فَقَالَتْ لَهُ أُمُّهُ أَشْهِدِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَلَى مَا نَحَلْتَ ابْنِي ‏.‏ فَأَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَكَرِهَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَشْهَدَ لَهُ ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan dari An-Nu'man bin Bashir bahwa ayahnya memberinya hadiah, dan ibunya berkata

“Mintalah Rasulullah untuk menjadi saksi atas apa yang telah kamu berikan kepada anakku.” Jadi dia datang kepada Nabi dan memberitahunya tentang hal itu, dan Nabi tidak ingin menjadi saksi tentang hal itu.