Sunan an-Nasa'i

Bab : Menyebutkan Fitrah (Kecenderungan Alami Manusia) - Sunat

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

"Fitrah ada lima: Sunat, mencabut kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak."

Bab : Menggunting Kuku

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah bersabda

"Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: 'Fitrah adalah lima: Memangkas kumis, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, mencabut kemaluan, dan sunat.'"

Bab : Mencabut Bulu Ketiak

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda

"Fitrah ada lima: Sunat, mencukur kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan mengambil kumis."

Bab : Mencukur Kemaluan

Diriwayatkan dari Ibnu 'Umar bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

"Perbuatan yang berhubungan dengan Fitrah adalah: Memotong kuku, menghilangkan kumis dan mencukur kemaluan."

Bab : Memangkas Kumis

Diriwayatkan bahwa Zaid bin Arqam mengatakan

"Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: 'Barangsiapa tidak memotong kumisnya, dia bukan dari salah satu dari kita.'"

Bab : Batas Waktu Untuk Itu

Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik mengatakan

"Batas waktu ditetapkan untuk kami, oleh Rasulullah (صلى الله عليه وسلم), mengenai memotong kumis, memotong kuku dan mencabut kemaluan; kami tidak boleh meninggalkannya selama lebih dari empat puluh hari," pada satu kesempatan dia berkata: "Empat puluh malam."

Bab : Memangkas Kumis Dan Membiarkan Jenggot Tumbuh

Diriwayatkan dari Ibnu 'Umar bahwa Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda

"Pangkas kumis dan biarkan janggutnya tumbuh."

Bab : Menjauh (Dari Semua Orang) Saat Melegakan Diri

Diriwayatkan bahwa 'Abdur-Rahman bin Abi Qurad berkata

"Saya pergi bersama Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) ke daerah terpencil, dan ketika dia ingin buang air besar dia pindah jauh."

Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Shu'bah bahwa ketika Nabi (صلى الله عليه وسلم) akan pergi (untuk buang air besar) dia akan pergi jauh. Dia pergi untuk buang air besar ketika dia berada dalam salah satu perjalanannya, dan berkata

"Bawakan aku (air untuk) Wudu'." Maka aku membawanya (air untuk) Wudu', dan dia melakukan Wudu' dan menyeka Khuffs-nya.Syaikh [1] berkata: "Isma'il (salah satu perawi) adalah Ibnu Ja'far bin Abi Kathir Al-Qari. [1] Artinya penulisnya, dan tampaknya Ibnu As-Sunni yang mendengar teks tersebut, mengatakan ini.

Bab : Membiarkan Seseorang Tidak Melakukan Itu

Diriwayatkan bahwa Hudhaifah berkata

"Saya sedang berjalan dengan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) dan dia datang ke tempat pembuangan sampah beberapa orang dan buang air kecil sambil berdiri. Saya berbalik untuk pergi, tetapi dia memanggil saya kembali (untuk menyembunyikannya), dan saya berada tepat di belakangnya. Kemudian setelah dia selesai, dia melakukan Wudu' dan menyeka Khuff-nya."

Bab : Apa yang Harus Dikatakan Saat Memasuki Al-Khala' (Toilet)

Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik mengatakan

"Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) memasuki Al-Khala' (toilet) dan berkata: 'Allahumma inni a'uthu bika min al-khubuthi wal-khaba'ith (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan perempuan)." [1] [1] Lihat Ma'alam As-Sunan oleh Al-Khattabi. Dan Al-Khala' adalah area tempat seseorang meringankan diri. Ini mengacu pada luar atau selain itu, tidak boleh dipahami sebagai toilet saja.

Bab : Larangan Menghadapi Kiblat Saat Buang Diri

Diriwayatkan dari Rafi' bin Ishaq bahwa dia mendengar Abu Ayyub Al-Ansari berkata - ketika dia berada di Mesir

"Demi Allah, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan Karai (toilet) ini. Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: 'Ketika ada di antara kamu yang pergi buang air besar atau buang air kecil, janganlah dia menghadap ke kiblat, atau membelakangi kiblat."

Bab : Larangan Membelakangi Kiblat Saat Buang Diri

Diriwayatkan dari Abu Ayyub bahwa Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda

"Jangan menghadap ke kiblat atau membelakangi kiblat saat buang air besar atau buang air kecil, lebih baik menghadap ke timur atau barat."

Bab : Perintah Untuk Menghadap Ke Timur Atau Barat Saat Buang Diri

Diriwayatkan bahwa Abu Ayyub Al-Ansari berkata

"Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: 'Ketika ada di antara kamu yang pergi buang air besar, janganlah dia menghadap ke kiblat, lebih baik biarkan dia menghadap ke timur atau barat.'"

Bab : Mengizinkan Itu Di Rumah

Diriwayatkan bahwa 'Abdullah bin 'Umar berkata

"Saya memanjat atap rumah kami dan melihat Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) di atas dua batu bata, menghadap ke arah Bait Al-Maqdis (Yerusalem), melepaskan diri."

Bab : Larangan Menyentuh Penis Dengan Tangan Kanan Saat Buang Edakan Diri

Diriwayatkan dari 'Abdullah bin Abi Qatadah, dari ayahnya, bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم bersabda)

"Ketika salah satu dari kalian buang air kecil, janganlah dia memegang penisnya di tangan kanannya."

Diriwayatkan dari 'Abdullah bin Abi Qatadah bahwa ayahnya berkata

"Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: 'Apabila ada di antara kamu yang memasuki Al-Khala' (toilet), janganlah dia menyentuh penisnya dengan tangan kanannya.'"

Bab : Membiarkan seseorang buang air kecil sambil berdiri di daerah terpencil

Diriwayatkan dari Hudhifah bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) datang ke tempat pembuangan sampah beberapa orang dan buang air kecil sambil berdiri.

Diriwayatkan bahwa Mansur mengatakan

"Aku mendengar Abu Wa'il (mengatakan) bahwa Hudhaifah berkata: 'Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) datang ke tempat pembuangan sampah beberapa orang dan buang air kecil sambil berdiri.'"

Diriwayatkan dari Hudhaifah bahwa Nabi (صلى الله عليه وسلم) pergi ke tempat pembuangan sampah beberapa orang dan buang air kecil sambil berdiri. Dalam riwayatnya, Sulaiman bin 'Ubaidullah mengatakan

"Dan dia menyeka Khuffs-nya," tetapi Mansur tidak menyebutkan penyekaannya. [1] [1] Artinya, dalam rute ini, karena Shu'bah meriwayatkannya dari Sulaiman dan Mansur.