Lewati ke konten utama
Sunnahku Jelajahi koleksi hadits
Para penyusun
Daftar Masuk
Rumah/ Para penyusun

Penulis · Ilmu keislaman

Al-Bukhārī

محمد بن إسماعيل البخاري

194–256 H

Ulama dari Bukhara yang karyanya membentuk tradisi periwayatan hadits. Ṣaḥīḥ-nya menghimpun riwayat Nabi sekaligus memperlihatkan upaya membandingkan riwayat dan memahami makna hukumnya.

Mengenal kehidupannya ↓ Menjelajahi karyanya ↓

Sekilas

  • Ahli hadits, kajian perawi, dan penalaran fikih.
  • Ṣaḥīḥ: salah satu rujukan utama dalam tradisi Sunni.
  • Karya lain membahas akhlak, biografi, dan periwayatan.

Linimasa

  1. 194 H · 810Lahir di Bukhara
  2. 210 H · 825/826Haji dan belajar di Hijaz
  3. 250 H · 864Mengajar di Nishapur
  4. 256 H · 870Wafat dekat Samarkand

Dalam halaman ini

  1. Dari Bukhara ke pusat ilmu
  2. Memahami Ṣaḥīḥ
  3. Cara menelaah riwayat
  4. Periwayatan, perdebatan, dan warisan
  5. Mulai membaca dari mana?
  6. Karya pilihan
  7. Sumber dan referensi biografi
Ikhtisar biografi
Nama lengkap
Abū ʿAbd Allāh Muḥammad ibn Ismāʿīl ibn Ibrāhīm al-Juʿfī al-Bukhārī
Nama Arab
أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم الجعفي البخاري
Gelar tradisional
Amīr al-muʾminīn fī al-ḥadīth: gelar kehormatan dalam ilmu hadits
Kelahiran
194 H / 810 — Bukhara, kini Uzbekistan
Wafat
256 H / 870 — Khartang, dekat Samarkand
Guru-guru utama
Al-Ḥumaydī, Isḥāq ibn Rāhawayh, ʿAlī ibn al-Madīnī, Aḥmad ibn Ḥanbal
Murid-murid terkemuka
Muslim ibn al-Ḥajjāj , At-Tirmidhī , Muḥammad ibn Yūsuf al-Firabrī
Bab 1

Dari Bukhara ke pusat ilmu

Lahir pada 194 H / 810, Muḥammad ibn Ismāʿīl kehilangan ayahnya sejak kecil dan tumbuh di Bukhara. Di sana ia mempelajari hadits: riwayat tentang perkataan, perbuatan, dan persetujuan yang dinisbatkan kepada Nabi.

Setelah berhaji bersama keluarganya sekitar usia enam belas tahun, ia melanjutkan belajar di Hijaz. Ia mengunjungi Irak, Suriah, Mesir, dan Khurasan. Pertemuan dengan guru membantunya menghimpun jalur periwayatan dan membandingkan riwayat.

Al-Ḥumaydī, Isḥāq ibn Rāhawayh, dan ʿAlī ibn al-Madīnī termasuk gurunya. Buku dan diskusi keilmuan berperan penting selain hafalan.

Sumber [1] [3]

Bab 2

Memahami Ṣaḥīḥ

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī disusun menurut tema seperti iman, ilmu, salat, perdagangan, dan keluarga. Judul bab sering menunjukkan persoalan fikih yang dibahas.

  • Sebuah pilihan: kitab ini memuat riwayat yang memenuhi kriteria penulis; tidak dimaksudkan menghimpun seluruh hadits sahih.
  • Pengulangan bermakna: satu riwayat dapat muncul dengan sanad berbeda atau untuk menjelaskan tema lain.
  • Jumlah yang beragam: hitungan bergantung pada edisi, pengulangan, dan cara menghitung bentuk-bentuk periwayatan.

Bersama kitab Muslim, karya ini disebut Ṣaḥīḥayn, “dua kitab Ṣaḥīḥ”, yang memiliki tempat utama dalam tradisi Sunni.

Sumber [2] [3]

Bab 3

Cara menelaah riwayat

Kritik hadits mengkaji sanad, rangkaian perawi, dan matan, teks yang diriwayatkan. Kajian ini memerlukan pengetahuan tentang perawi, pertemuan mereka, dan variasi riwayat.

  • Kesinambungan: meneliti apakah perawi menerima riwayat dari orang yang disebutnya.
  • Keandalan: mengkaji integritas dan ketelitian perawi.
  • Perbandingan: membandingkan versi untuk menemukan perbedaan atau cacat tersembunyi.

Kriteria riwayat utama dengan sanad lengkap tidak dapat diterapkan begitu saja pada semua kutipan dalam judul bab. Kutipan tersebut dapat berupa riwayat ringkas atau mu‘allaq, yang sebagian awal sanadnya tidak disebutkan. Letaknya membantu menjelaskan fungsinya.

Sumber [2]

Bab 4

Periwayatan, perdebatan, dan warisan

Muslim dan At-Tirmidhī memperoleh manfaat dari pengajarannya. Muḥammad ibn Yūsuf al-Firabrī berperan penting dalam meriwayatkan Ṣaḥīḥ. Kitab ini sampai kepada pembaca melalui penyalinan, pengajaran, dan perbandingan versi.

Pada akhir hayatnya, Al-Bukhārī menghadapi ketegangan di Nishapur lalu Bukhara, dalam konteks perdebatan teologis dan hubungan sulit dengan penguasa. Ia wafat pada 256 H / 870 di Khartang dekat Samarkand.

Kedudukan tinggi Ṣaḥīḥ dalam tradisi Sunni tidak menutup pembahasan ilmiah atas sanad tertentu. Kritikus seperti Ad-Dāraquṭnī dan pensyarah seperti Ibn Ḥajar berperan dalam sejarah pembacaannya. Fatḥ al-Bārī karya Ibn Ḥajar merupakan syarah penting.

Sumber [1] [2]

Bab 5

Mulai membaca dari mana?

  1. Pilih tema: mulai dari bab tentang ilmu atau akhlak, lalu baca judul dan riwayatnya bersama-sama.
  2. Perhatikan konteks: bandingkan versi dan baca syarah sebelum menarik kesimpulan hukum dari kalimat terpisah.
  3. Kenali kitabnya: Al-Adab al-mufrad adalah karya tersendiri tentang akhlak. Tidak semua riwayatnya mengikuti kriteria pemilihan dalam Ṣaḥīḥ.

Terjemahan memudahkan akses; syarah membantu memahami bahasa, keadaan, dan penafsiran. Karya yang tersedia di situs ini ditandai di bawah.

Sumber [2] [4]

Bab 6

Karya pilihan

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī · صحيح البخاري

Hadits

Koleksinya yang paling dikenal, disusun menurut tema. Judul bab, sanad, dan pengulangan membantu menyampaikan serta menafsirkan hadits.

Tersedia di situs Baca koleksi →

Al-Adab al-mufrad · الأدب المفرد

Akhlak

Kumpulan tersendiri tentang keluarga, tetangga, dan akhlak. Perhatikan penilaian masing-masing riwayat.

Tersedia di situs Baca koleksi →

At-Tārīkh al-kabīr · التاريخ الكبير

Perawi

Rujukan biografi berisi nama, hubungan, dan informasi untuk mengenali perawi serta mengkaji sanad.

Khalq afʿāl al-ʿibād · خلق أفعال العباد

Teologi

Karya terkait perdebatan zamannya tentang perbuatan manusia dan pembacaan Al-Qur’an, yang memberi konteks bagi kontroversi akhir hidupnya.

Bab 7

Sumber dan referensi biografi

Referensi untuk mendalami riwayat dan karya Al-Bukhārī:

  1. TDV İslâm Ansiklopedisi — BUHÂRÎ, Muhammed b. İsmâil (1992).
  2. M. Yaşar Kandemir — el-CÂMİU’s-SAHÎH, TDV İslâm Ansiklopedisi (1993).
  3. Sunnah.com — About Ṣaḥīḥ al-Bukhārī.
  4. İbrahim Canan — el-EDEBÜ’l-MÜFRED, TDV İslâm Ansiklopedisi (1994).
← Semua penyusun

© 2026 - sunnahku.org

Privasi Para penyusun Rekomendasi penerjemahan

Bahasa

Die Autoren
The authors
Les auteurs
Los autores
Para penyusun
Rumah Cari