Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Seorang (dari antara orang-orang sebelum kamu) berkata: 'Memang! Aku akan memberi dalam amal.' Jadi dia mengeluarkan Sedekahnya dan meletakkannya di tangan pencuri. Pada pagi hari orang-orang berbicara (tentang kejadian ini) dan berkata: 'Sedekah diberikan kepada seorang pencuri tadi malam.' Pria itu berkata: 'Ya Allah! Puji bagi-Mu. Aku telah memberikan Sedekah kepada seorang pencuri. Sesungguhnya aku akan memberi dalam kasih amal!' Jadi dia mengeluarkan Sedekahnya dan dia meletakkannya di tangan seorang pelacur. Di pagi hari orang-orang berbicara (tentang kejadian ini) dan berkata: 'Sedekah diberikan kepada seorang pelacur tadi malam.' Mendengar ini, pria itu berkata: 'Puji bagi-Mu, ya Allah! Saya memberikan Sedekah kepada seorang pelacur. Sesungguhnya aku akan memberi dalam kasih amal!' Jadi dia mengeluarkan Sedekahnya dan meletakkannya di tangan orang kaya. Pada pagi hari orang-orang berbicara (tentang kejadian ini) dan berkata: 'Sedekah diberikan kepada orang kaya tadi malam.' Pria itu berkata: 'Ya Allah! Puji bagi-Mu (karena telah menolong saya) bersedekah kepada seorang pencuri, pelacur dan orang kaya.' Kemudian dia bermimpi di mana dia diberitahu bahwa Sedekahnya kepada pencuri itu mungkin mengakibatkan dia menahan diri dari pencuriannya, Sedekahnya kepada pelacur itu dapat membantunya menjauhkan diri dari perbuatan amoralnya, dan Sedekahnya kepada orang kaya itu dapat membantunya memperhatikan dan membelanjakan dari apa yang telah Allah anugerahkan kepadanya." [Al-Bukhari].