Setelah wahyu (Surat) “Apabila pertolongan Allah datang kepadamu (wahai Muhammad (ﷺ) melawan musuhmu) dan Penaklukan (Mekah)” (110:1), Rasulullah (ﷺ) biasa membaca dalam setiap doa: “Subhanaka Rabbana wa bihamdika, Allahum-maghfir li (Engkau jauh dari segala ketidaksempurnaan, rubb kami, dan segala pujian adalah pujian adalah Demi Engkau, ampunilah aku, ya Allah.” [Al-Bukhari dan Muslim]. Narasi lain adalah: Rasulullah (ﷺ) sering membacakan dalam membungkuk dan sujud: “Subhanaka Rabbana wa bihamdika, Allahum-maghfir li. (Engkau jauh dari segala ketidaksempurnaan, wahai Rabb kami, dan segala pujian bagi-Mu, ampunilah aku, ya Allah)”. Dia menjelaskan bahwa telah diperintahkan dalam Al-Qur'an untuk membaca: “Maka muliakanlah pujian atas rubbmu dan mintalah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya Dialah yang menerima taubat dan mengampuni.” (V. 110:1) Dan dia (Rasulullah) bertindak atasnya. Menurut narasi di Muslim, Rasulullah (ﷺ) sering membaca kata-kata ini tepat sebelum dia meninggal: “Subhanaka Rabbana wa bihamdika. Astaghfirah adalah Allah yang benar.” Aku ('Aisha -raḍiyallāhu 'anhu-) bertanya kepadanya: “Wahai Rasulullah! Apa kata-kata baru yang saya dengar dari Anda berulang kali?” Dia menjawab, “Telah ditetapkan bagiku tanda yang berkaitan dengan kaumku bahwa aku harus mengulangi kata-kata ini ketika melihat tanda itu”. Kemudian dia membacakan Surah An-Nasr. Narasi lain dalam bahasa Muslim yang terkait dari 'Aisha -raḍiyallāhu 'anhu- adalah: Rasulullah (ﷺ) sering membacakan, “Maha Suci Allah dan puji bagi-Nya; aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” Aku berkata kepadanya: “Wahai Rasulullah, aku sering mendengar engkau membacakan: 'Ya Allah, Engkau bebas dari segala ketidaksempurnaan, dan segala pujian adalah bagi-Mu; aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” Dia menjawab, “Rubbku telah memberitahuku bahwa aku akan segera melihat tanda tentang kaumku, setiap kali aku melihatnya, aku mengulangi pernyataan ini lebih sering (tentang pemuliaan dan pujian-Nya dan memohon ampun kepada-Nya dan berpaling kepada-Nya). Sekarang saya telah menyaksikan tanda itu. Wahyu Surat An-Nasr dan kemenangan adalah penaklukan Mekah.” Apabila datanglah pertolongan Allah (wahai Muhammad (ﷺ) melawan musuh-musuhmu) dan penaklukan (Mekah). Dan kamu lihat bahwa manusia masuk ke dalam agama Allah (Islam) dalam kerumunan orang. Maka muliakanlah pujian-pujian atas rubbmu dan mintalah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya Dialah yang menerima taubat dan mengampuni.” (QS 110:1-3)
الثالث: عن عائشة رضي الله عنها قالت: ما صلى رسول الله صلى الله عليه وسلم صلاة بعد أن نزلت عليه { إذا جاء نصر الله والفتح} إلا يقول فيها: " سبحانك ربنا وبحمدك، اللهم اغفر لي" ((متفق عليه)).
وفي رواية في الصحيحين" عنها: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يكثر أن يقول في ركوعه وسجوده: "سبحانك اللهم ربنا وبحمدك، اللهم اغفر لي" يتأول القرآن.
وفي رواية لمسلم: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يكثر أن يقول قبل أن يموت: "سبحانك اللهم وبحمدك، أستغفرك وأتوب إليك". قالت عائشة: قلت: يا رسول الله ما هذه الكلمات التي أراك أحدثتها تقولها؟ قال: "جعلت لي علامة في أمتي إذا رأيتها قلتها {إذا جاء نصر الله والفتح} إلى آخر السورة".
وفي رواية له: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يكثر من قول: "سبحان الله وبحمده، أستغفر الله وأتوب إليه". قالت: قلت: يا رسول الله! أراك تكثر من قول: سبحان الله وبحمده، أستغفر الله وأتوب إليه؟ فقال: "أخبرني ربي أني سأرى علامة في أمتي فإذا رأيتها أكثرت من قول: سبحان الله وبحمده، أستغفر الله وأتوب إليه، فقد رأيتها: {إذا جاء نصر الله والفتح} فتح مكة، {ورأيت الناس يدخلون في دين الله أفواجاً، فسبح بحمد ربك واستغفره إنه كان تواباً}.
Terjemahan
'Aisha -raḍiyallāhu 'anhu- berkata