حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ صَفْوَانَ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنِ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ الْعِجْلِيِّ، عَنْ أَبِي رِمْثَةَ التَّيْمِيِّ، تَيْمِ الرَّبَابِ، قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، وَمَعِي ابْنٌ لِي، قَالَ: فَأَرَيْتُهُ، فَقُلْتُ لَمَّا رَأَيْتُهُ: هَذَا نَبِيُّ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَعَلَيْهِ ثَوْبَانِ أَخْضَرَانِ، وَلَهُ شَعَرٌ قَدْ عَلاهُ الشَّيْبُ، وَشَيْبُهُ أَحْمَرُ.
Terjemahan
Abu'r-rimtha at-Taimi (hamba ar-Rabab) berkata
“Saya datang kepada Nabi (Allah memberkati dia dan memberinya damai) dengan seorang putra saya, yang berkata: 'Maka saya diperlihatkan kepadanya, dan saya berkata ketika saya melihatnya: 'Ini adalah Nabi Allah -Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian-. Dia mengenakan dua pakaian hijau, dan dia memiliki rambut yang diatasnya keabu-abuan, dan keabu-abuan itu kemerahan.”