حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُصْعَبُ بْنُ الْمِقْدَامِ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْمُبَارِكُ بْنُ فَضَالَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، قَالَ: أَتَتْ عَجُوزٌ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُدْخِلَنِي الْجَنَّةَ، فَقَالَ: يَا أُمَّ فُلانٍ، إِنَّ الْجَنَّةَ لا تَدْخُلُهَا عَجُوزٌ، قَالَ: فَوَلَّتْ تَبْكِي، فَقَالَ: أَخْبِرُوهَا أَنَّهَا لا تَدْخُلُهَا وَهِيَ عَجُوزٌ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى، يَقُولُ: إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً، فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا، عُرُبًا أَتْرَابًا.
Terjemahan
Al-Hasan Al-Basri dijo
“Seorang wanita tua datang kepada Nabi (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian) dan berkata: 'Ya Rasulullah, mohon kepada Allah untuk mengizinkan saya masuk surga! ' Beliau menjawab: “Wahai Bunda orang tua itu, tidak ada wanita tua yang masuk ke dalam surga.” Dia berpaling sambil menangis, maka dia berkata: “Katakanlah kepadanya bahwa dia tidak akan memasukinya sebagai seorang wanita tua, karena Allah berfirman: “Kami telah menciptakan mereka ciptaan baru, dan menjadikan mereka perawan, penuh kasih, setara umur [inna ansha'na-hunna insha'a: fa-ja'alna-hunna abkara 'uruban atraba].” (Al-Qur'an; 56:35-37)