حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حُمَيْدٍ الرَّازِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ، عَنْ عَبَّادِ بْنِ مَنْصُورٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ‏:‏ اكْتَحِلُوا بِالإِثْمِدِ، فَإِنَّهُ يَجْلُو الْبَصَرَ، وَيُنْبِتُ الشَّعْرَ وَزَعَمَ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، كَانَتْ لَهُ مُكْحُلَةٌ يَكْتَحِلُ مِنْهَا كُلَّ لَيْلَةٍ، ثَلاثَةً فِي هَذِهِ، وَثَلاثَةً فِي هَذِهِ‏.‏
Terjemahan
Ibnu Abbas melaporkan bahwa Nabi berkata (Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian)

“Warnai tepi kelopak mata dengan antimon [ithmid], karena itu membersihkan penglihatan dan membuat bulu mata tumbuh!” Dia juga menyatakan bahwa Nabi -ṣallallallāhu 'alaihi wa sallam- memiliki botol kohl yang digunakan untuk mengoleskan kohl ke bulu matanya setiap malam, tiga kali di mata ini, dan tiga kali di mata itu.