حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيان، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ‏:‏ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم اتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ، وَجَعَلَ فَصَّهُ مِمَّا يَلِي كَفَّهُ، وَنَقَشَ فِيهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ، وَنَهَى أَنْ يَنْقُشَ أَحَدٌ عَلَيْهِ وَهُوَ الَّذِي سَقَطَ مِنْ مُعَيْقِيبٍ فِي بِئْرِ أَرِيسٍ‏.‏
Terjemahan
Ibnu Umar dijo

“Nabi (Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian) memilih cincin meterai perak, dan meletakkan batunya di bagian dekat telapak tangannya. Di atasnya dia mengukir: “Muhammad adalah Rasulullah,” dan dia melarang siapa pun [orang lain] untuk mengukir di atasnya. Itu adalah yang jatuh dari Mu'aiqib ke dalam sumur Aris.”