حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيلٍ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، نَامَ حَتَّى نَفَخَ، وَكَانَ إِذَا نَامَ نَفَخَ، فَأَتَاهُ بِلالٌ فَآذَنَهُ بِالصَّلاةِ، فَقَامَ وَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ وَفِي الْحَدِيثِ قِصَّةٌ.
Terjemahan
Ibnu Abbas dijo
“Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tidur sampai dia terengah-engah, dan dia terengah-engah saat dia tidur, maka Bilal datang kepadanya dan memanggilnya untuk shalat ritual, kemudian dia bangun dan melakukan shalat ritual, dan dia tidak melakukan ritual wudhu kecil. Dan ada cerita di balik tradisi ini.”