Apa Yang Telah Terkait Tentang Mustahadah Melakukan Wudu Untuk Setiap Shalat Jami` at-Tirmidhi 126
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ أَبِي الْيَقْظَانِ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ فِي الْمُسْتَحَاضَةِ " تَدَعُ الصَّلاَةَ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُ فِيهَا ثُمَّ تَغْتَسِلُ وَتَتَوَضَّأُ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ وَتَصُومُ وَتُصَلِّي " .
Terjemahan
Adiyy bin Thabit menceritakan dari ayahnya, bahwa
Rasulullah SAW bersabda tentang Mustahadah bahwa dia harus: “Tinggalkan shalat selama hari-hari haid di mana dia menstruasi, kemudian lakukan Ghusl, dan lakukan wudu untuk setiap shalat, dan melaksanakan saum dan melaksanakan shalat.”