Sahih Muslim
Sahih Muslim 895 c
Mengangkat Tangan Dalam Permohonan Saat Berdoa Untuk Hujan
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، وَعَبْدُ الأَعْلَى، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ لاَيَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَىْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلاَّ فِي الاِسْتِسْقَاءِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ . غَيْرَ أَنَّ عَبْدَ الأَعْلَى قَالَ يُرَى بَيَاضُ إِبْطِهِ أَوْ بَيَاضُ إِبْطَيْهِ .
Terjemahan
Anas melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) tidak terbiasa mengacungkan tangannya dalam doa apa pun yang dia lakukan kecuali ketika berdoa memohon hujan. (Kemudian dia akan mengangkat [tangannya] cukup tinggi) sehingga keputihan ketiaknya menjadi terlihat. 'Abd al-A'la mengatakan bahwa (dia ragu apakah itu) ketiaknya yang putih atau ketiak.