Sahih Muslim

Sahih Muslim 1746 a

Diperbolehkan menebang pohon-pohon Kuffar dan membakarnya
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، وَمُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ، قَالاَ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، ح وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ، سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمحَرَّقَ نَخْلَ بَنِي النَّضِيرِ وَقَطَعَ وَهِيَ الْبُوَيْرَةُ ‏.‏زَادَ قُتَيْبَةُ وَابْنُ رُمْحٍ فِي حَدِيثِهِمَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan
Diriwayatkan atas otoritas 'Abdullah bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) memerintahkan pohon kurma Bani Nadir untuk dibakar dan dipotong. Pohon-pohon palem ini berada di Buwaira. Qutaibah dan Ibnu Rumh dalam versi tradisi mereka telah menambahkan

Maka Allah Ta'Maha Mulia dan Maha Tinggi menyatakan ayat: "Apapun pohon yang telah kamu tebang atau biarkan berdiri di atas batangnya, itu dengan izin Allah agar Dia mempermalukan orang-orang yang berbuat jahat" (lix. 5).