حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، وَمُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ، قَالاَ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، ح وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ، سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَرَّقَ نَخْلَ بَنِي النَّضِيرِ وَقَطَعَ وَهِيَ الْبُوَيْرَةُ ‏.‏ زَادَ قُتَيْبَةُ وَابْنُ رُمْحٍ فِي حَدِيثِهِمَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ‏{‏ مَا قَطَعْتُمْ مِنْ لِينَةٍ أَوْ تَرَكْتُمُوهَا قَائِمَةً عَلَى أُصُولِهَا فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيُخْزِيَ الْفَاسِقِينَ‏}‏
Terjemahan
Diriwayatkan atas otoritas 'Abdullah bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) memerintahkan pohon kurma Bani Nadir untuk dibakar dan dipotong. Pohon-pohon palem ini berada di Buwaira. Qutaibah dan Ibnu Rumh dalam versi tradisi mereka telah menambahkan

Maka Allah Ta'Maha Mulia dan Maha Tinggi menyatakan ayat: "Apapun pohon yang telah kamu tebang atau biarkan berdiri di atas batangnya, itu dengan izin Allah agar Dia mempermalukan orang-orang yang berbuat jahat" (lix. 5).