Sahih Muslim
Sahih Muslim 2099 c
Keputusan Berbaring Punggung Dengan Satu Kaki Di Atas Yang Lain
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، ح وَحَدَّثَنَا ابْنُ رُمْحٍ، أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ
جَابِرٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَىعَنِ اشْتِمَالِ الصَّمَّاءِ وَالاِحْتِبَاءِ فِي ثَوْبٍ
وَاحِدٍ وَأَنْ يَرْفَعَ الرَّجُلُ إِحْدَى رِجْلَيْهِ عَلَى الأُخْرَى وَهُوَ مُسْتَلْقٍ عَلَى ظَهْرِهِ .
Terjemahan
Jabir melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) melarang membungkus diri sepenuhnya, tidak menyisakan ruang untuk lengan dan menopang diri ketika duduk dengan satu pakaian yang dililitkan di lutut seseorang dan seseorang mengangkat salah satu kakinya dan meletakkannya di kaki yang lain sambil berbaring telentang.