Sahih Muslim

Sahih Muslim 1508 a

Larangan seorang budak yang dimansumtif mengambil siapa pun sebagai Mawla kecuali orang yang memilikinya
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، - يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقَارِيَّ - عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏مَنْ تَوَلَّى قَوْمًا بِغَيْرِ إِذْنِ مَوَالِيهِ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلاَئِكَةِ لاَ يُقْبَلُ مِنْهُ عَدْلٌ وَلاَ صَرْفٌ ‏"
Terjemahan
Abu Huraira (Allah berkenan kepadanya) melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Barangsiapa mengambil seseorang sebagai sekutunya tanpa persetujuan tuannya yang terdahulu, maka akan ada kutukan Allah dan malaikat-malaikat-Nya ke atasnya, dan tidak ada tindakan wajib dari dirinya maupun yang supererogatory akan diterima (oleh Allah).