Jami' at-Tirmidhi

Bab tentang Doa

كتاب الدعوات عن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Bab : Permohonan Umm Salamah

Jami` at-Tirmidhi 3592
Ibnu Umar (semoga Allah berkenan kepadanya) berkata

“Kami bersama Rasulullah (ﷺ) ketika seorang pria di antara manusia berkata: “Allah sangat besar, dan puji bagi Allah dengan berlimpah, dan kemuliaan Allah pagi dan malam (Allahu akbaru kabīran wal-ḥamdulillāhi kathīran wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā).” Maka Rasulullah (ﷺ) berkata: “Siapakah orang yang mengatakan itu dan itu?” Maka seorang pria di antara manusia berkata: “Aku, wahai Rasulullah (ﷺ).” Dia berkata: “Aku kagum dengan hal itu. Pintu-pintu surga terbuka untuknya.” Ibnu Umar berkata: “Saya tidak meninggalkan mereka sejak saya mendengar [mereka] dari Rasulullah (ﷺ).”

Bab : Perkataan manakah yang paling dicintai Allah?

Jami` at-Tirmidhi 3593
Abu Dharr menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) mengunjunginya, atau bahwa Abu Dharr mengunjungi Rasulullah (ﷺ), dan berkata

“Semoga ayah dan ibuku ditebus untukmu, wahai Rasulullah (ﷺ)! Perkataan manakah yang paling disukai Allah (Yang Mahakuasa dan Mahakuasa)?” Maka dia berkata: “Apa yang Allah pilih sebagai malaikat-malaikat-Nya (untuk berkata): “Kemuliaan Tuhanku dan dengan segala pujian-Nya. Kemuliaan Tuhanku, dan dengan pujian-Nya (Subḥāna rabbī wa biḥamdihi, subḥāna rabbī wa biḥamdihi).

Bab : Apa yang telah disampaikan tentang kebajikan pertobatan, dan meminta ampunan, dan apa yang telah disebutkan tentang rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya

Jami` at-Tirmidhi 3535
Zirr bin Hubaish dijo

“Saya datang ke Safwan bin 'Assal Al Muradi untuk bertanya kepadanya tentang menyeka Khuff, jadi dia berkata: 'Apa yang telah membawa Anda, wahai Zirr? ' Jadi saya berkata: 'Keinginan untuk pengetahuan. ' Maka dia berkata: “Sesungguhnya malaikat-malaikat menurunkan sayapnya untuk orang yang mencari ilmu, karena senang dengan apa yang dia cari.” Maka aku berkata: “Memang ada keraguan di dadaku tentang menyeka Khuff setelah buang air besar dan buang air kecil, dan kamu adalah seorang dari sahabat-sahabat Nabi (ﷺ), maka aku datang kepadamu untuk bertanya kepadamu: Pernahkah kamu mendengar dia (ﷺ) menyebutkan sesuatu tentang hal itu?” Dia berkata, 'Ya, dia (ﷺ) biasa memerintahkan kami, bahwa ketika kami adalah pelancong - atau - 'dalam perjalanan, untuk tidak menghilangkan Khuff kami selama tiga hari dan malam kecuali, dari ketidakmurnian seksual, tetapi tidak dari buang air besar, buang air kecil, dan tidur. '” Dia berkata: “Pernahkah Anda mendengar dia (ﷺ) menyebutkan sesuatu tentang cinta?” Dia berkata: “Ya. Kami berada bersama Rasulullah (ﷺ) dalam perjalanan ketika seorang Badui dengan suara nyaring memanggilnya (berkata): “Wahai Muhammad!” Maka Rasulullah (ﷺ) menanggapinya dengan suara yang mirip dengannya (berkata): “Datanglah.” Jadi kami berkata kepadanya: “Turunkan suaramu karena kamu bersama Nabi (ﷺ), dan kamu dilarang melakukannya.” Dia berkata: “Demi Allah, aku tidak akan merendahkan (suaraku).” Orang Badui berkata: “Seorang manusia mencintai suatu umat tetapi dia tidak bersama mereka (dalam hal perbuatan)?” Dia (ﷺ) berkata: “Seorang pria bersama siapa yang dicintainya pada hari kiamat.” Jadi dia tidak berhenti berbicara dengan kami, sampai dia menyebutkan sebuah gerbang ke arah barat dengan lebar perjalanan tujuh puluh tahun - atau seorang penunggang akan menempuh lebarnya - selama empat puluh atau tujuh puluh tahun. Sufyan berkata: “Di arah Ash-Sham, Allah menciptakannya pada hari Dia menciptakan langit dan bumi dengan terbuka, yaitu untuk pertobatan. Ia tidak akan terkunci sampai matahari terbit melaluinya.”

Bab : “Jika kamu tidak berdosa, Allah akan menciptakan ciptaan yang akan berdosa sehingga Dia akan mengampuni mereka”

Jami` at-Tirmidhi 3539
Abu Sirmah menceritakan dari Abu Ayyub, bahwa

Ketika kematian mencapainya, dia berkata: “Saya telah menyembunyikan sesuatu yang saya dengar dari Rasulullah (ﷺ) dari Anda. Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata: 'Jika kamu tidak berbuat dosa, Allah akan menciptakan makhluk yang akan berbuat dosa, jadi Dia akan mengampuni mereka. '”

Bab : “Seandainya orang Mukmin mengetahui apa yang ada di sisi Allah siksa...”

Jami` at-Tirmidhi 3542
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Jika orang mukmin mengetahui apa yang ada di sisi Allah siksa, maka tidak ada yang mengharapkan surga, dan jika orang kafir mengetahui apa yang ada di sisi Allah yang rahmat, maka tidak ada yang putus asa dari (memperoleh) surga.”

Bab : “Sesungguhnya rahmat-Ku menang atas murka-Ku”

Jami` at-Tirmidhi 3543
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Sesungguhnya Allah ketika Dia menciptakan ciptaan, Dia menulis dengan tangan-Nya tentang diri-Nya, bahwa “Rahmat-Ku menang atas murka-Ku.”

Bab : Barangsiapa di antara kamu pintu permohonan terbuka

Jami` at-Tirmidhi 3549
Itu diceritakan kepada kami oleh Al-Qasim bin Dinar Al-Kufi (yang berkata)

“Ishaq bin Mansur menceritakan kepada kami, dari Israel” dengan (rantai lain) Bilal menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Berpeganglah pada Qiyam al-Lail, karena itu adalah praktik orang-orang yang saleh di hadapanmu, dan sesungguhnya Qiyam al-Lail adalah sarana untuk mendekat kepada Allah, alat pencegahan dosa, penebusan atas perbuatan buruk, dan penghalang untuk tubuh melawan penyakit.”

Bab : “Sesungguhnya Allah itu Haib lagi Maha Pemurah...”

Jami` at-Tirmidhi 3557
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Seorang pria memohon dengan kedua jarinya sehingga Rasulullah (ﷺ) berkata: “Buatlah satu, jadikan satu.”

Bab : Tentang Permohonan Nabi dan Mencari Perlindungan di Akhir Setiap Shalat

Jami` at-Tirmidhi 3567
Mus'ab bin Sa`d dan `Amr bin Maimun menceritakan

“Sa'd mengajarkan kepada anak-anaknya kata-kata ini seperti Muktib mengajarkan anak-anak, dia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah (ﷺ) selalu berlindung dengan mengatakan mereka di akhir (setiap) shalat: Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari kekecutan, aku berlindung kepada-Mu dari masa tua yang lemah, dan aku berlindung kepada-Mu dari cobaan. dunia, dan hukuman kubur (Allāhumma innī a`ūdhu bika minal-jubn, wa a`ūdhu bika minal-bukhl, wa a`ūdhu bika min ardhalil-`umur, wa a`ūdhu bika min fitnatid-dunya wa `adhābil qabr). '”

Jami` at-Tirmidhi 3569
Az-Zubair bin 'Awwam menceritakan

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada pagi yang didatangi hamba Allah kecuali ketika seorang penelepon berseru: “Muliakanlah Raja yang bebas dari kekurangan. ﷺ (Sabbiḥul Malikal-Quddus) '”

Bab

Jami` at-Tirmidhi 3579
Abu Umamah (semoga Allah berkenan kepadanya) berkata

'Amr bin `Abasah melaporkan kepada saya bahwa dia mendengar Nabi (ﷺ) berkata: “Yang paling dekat Tuhan dengan seorang penyembah adalah pada akhir malam, jadi jika Anda dapat menjadi salah satu dari orang-orang yang mengingat Allah pada saat itu, maka lakukanlah itu.”

Bab : Permohonan: “Wahai yang mengubah hati, buatlah hatiku teguh...”

Jami` at-Tirmidhi 3587
`Asim bin Kulaib Al-Jarmi menceritakan dari ayahnya, dari kakeknya, yang mengatakan

“Aku masuk ke atas Nabi (ﷺ) ketika dia sedang shalat dan dia meletakkan tangan kirinya di paha kirinya, dan dia meletakkan tangan kanannya di paha kanannya, dan menggenggam jari-jarinya, dan mengulurkan jari telunjuknya, dan dia berkata: 'Wahai pengubah hati, tegaskanlah hatiku pada agamamu (Yā muqalibal-qulūbi thabbit qalbi `alā dīala nikum). '”

Bab : Tentang Ar-Ruqyah Saat Menderita Penyakit

Jami` at-Tirmidhi 3588
Muhammad bin Sulaim menceritakan

“Thabit Al-Bunani menceritakan kepadaku, dia berkata kepadaku: 'Wahai Muhammad, ketika kamu menderita suatu penyakit, maka letakkan tanganmu di tempat penyakit itu, lalu katakan: “Demi nama Allah, aku berlindung kepada kekuatan dan kekuatan Allah dari kejahatan rasa sakit yang aku rasakan ini (Bismillah, a`ūdhu bi-`izzatillāhi wa qudratihī min sharri ajidu min waja`ī hadha).” Kemudian angkat tangan Anda dan ulangi itu beberapa kali ganjil. Karena memang Anas bin Malik menceritakan kepadaku, bahwa Rasulullah (ﷺ) menceritakan hal itu kepadanya. '”

Bab : Permohonan Umm Salamah

Jami` at-Tirmidhi 3589
Umm Salamah dijo

“Rasulullah (ﷺ) mengajariku, berkata: 'Katakanlah: “Ya Allah, ini adalah kedatangan malam-Mu, dan berangkat hari-Mu, suara orang-orang yang memanggil Engkau, dan waktu shalat kepada-Mu, aku memohon kepada-Mu untuk mengampuni aku (Allāhumma hadhastiqbālu lailika, wastidbāru nahārika, wa awṣtu duā`tika yang menjadi salah satu dari mereka yang bersangkutan, dan yang bersangkutan).”

Bab : Tentang Pengampunan Dan Al-Afiyah

Jami` at-Tirmidhi 3594
Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Permohonan itu tidak ditolak antara Adzan dan Iqamah.” Mereka berkata: “Jadi apa yang harus kita katakan, wahai Rasulullah (ﷺ)?” Beliau berkata: “Mintalah kepada Allah untuk Al-'Afiyah di dunia dan di akhirat.”

Jami` at-Tirmidhi 3595
Anas [bin Malik] menceritakan bahwa Nabi (ﷺ) berkata

“Permohonan itu tidak ditolak antara Adzan dan Iqamah.”

Bab : “Mintalah ampun kepada Allah dan Al-Afiyah...”

Jami` at-Tirmidhi 3558
Mu'ad bin Rifa`ah menceritakan dari ayahnya, bahwa dia berkata

“Abu Bakar berdiri di atas Minbar, lalu menangis, dan berkata: “Rasulullah (ﷺ) berdiri di atas Minbar pada tahun pertama (Hijrah), kemudian menangis, dan berkata: “Mintalah ampun kepada Allah dan Al-'Afiyah, karena sesungguhnya tidak ada yang diberikan sesuatu yang lebih baik dari Al-'Afiyah. '”

Bab

Jami` at-Tirmidhi 3561
Umar bin Al-Khattab menceritakan

Bahwa Nabi (ﷺ) mengirim ekspedisi ke arah Najd. Mereka memperoleh banyak rampasan perang dan kembali dengan cepat. Seorang pria di antara mereka yang tidak keluar berkata: “Kami belum melihat ekspedisi yang lebih cepat sebagai balasan atau lebih besar rampasan daripada ekspedisi ini.” Maka Rasulullah SAW bersabda: “Bukankah haruskah aku mengarahkan kamu kepada kelompok yang lebih besar dalam rampasan dan lebih cepat balasannya? ﷺ Sekelompok orang yang menghadiri shalat as-Subh, kemudian duduk mengenang Allah sampai matahari terbit, karena mereka lebih cepat balasan dan lebih besar rampasan.

Bab : Tentang Menunggu Bantuan Dan Selain Itu

Jami` at-Tirmidhi 3571
Abdullah menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Mintalah kepada Allah tentang karunia-Nya. Sesungguhnya Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Suci suka ditanya, dan ibadah yang terbaik menanti kelegaan.

Jami` at-Tirmidhi 3572
Zaid bin Arqam -raḍiyallāhu 'anhu- berkata bahwa Nabi (ﷺ) pernah berkata

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, usia tua yang tak berdaya, dan kekikiran (Allāhumma innī a`ūdhu bika minal-kasali wal-`ajzi wal-bukhl).” Dan dengan rantai ini, dari Nabi (ﷺ), yang biasa ia berlindung dari kepikunan dan hukuman kubur.