Jami' at-Tirmidhi

Bab tentang Doa

كتاب الدعوات عن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Bab

Jami` at-Tirmidhi 3495
Aisha menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) biasa berdoa dengan kata-kata ini

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ujian neraka dan azab neraka, dan siksa kubur, dan ujian kubur, dan dari kejahatan ujian kubur, dan dari kejahatan ujian kubur, dan dari kejahatan ujian kekayaan, dan dari kejahatan cobaan kemiskinan, dan dari kejahatan ujian Masih palsu. Ya Allah, basuhlah dosa-dosaku dengan air es dan hujan es, dan bersihkan hatiku dari dosa-dosa, seperti Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan jauhkan aku dari dosa-dosaku seperti Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, kepikunan, dosa dan hutang. (Allahumma dalam a`udhu bika min fitnatin-nār, wa `adhābin-nār, wa `adhābil-qabr, wa fitnatil-qabr, wa min sharri fitnatil-ghina, wa min sharri fitnatil-faqr, wa min sharri fitnatil- masihid-dajjal. Allahummaghsil khaṭayaya bi-ma'ith-thalji wal-bardi, wa anqi qalbi minal-khaṭāyā kamā anqaitath-thawbal-abyaḍa minad-danas, wa ba`id bainī wa baina khaṭāyāya kama bā`adta bainal-mashriqi wal maghrib, Ahumma dalam 'ūdhu bika min al-kasali wal-harami wal-ma'thami wal-maghram).”

Bab : Hadis: “Tuhan kami turun setiap malam ke surga yang paling dekat”

Jami` at-Tirmidhi 3498
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah berkata

“Tuhan kami turun setiap malam ke langit yang paling dekat, sampai sepertiga terakhir malam tersisa, maka Dia berkata: “Siapakah yang memanggil Aku sehingga Aku dapat menjawabnya? Siapakah yang meminta kepada-Ku supaya Aku memberikannya? Dan siapa yang meminta ampunan dari-Ku, supaya Aku mengampuninya.”

Jami` at-Tirmidhi 3499
Abu Umamah menceritakan

“Dikatakan: 'Wahai Rasulullah, permohonan manakah yang paling mungkin didengarkan? ' Beliau menjawab: “Pada akhir malam dan di akhir shalat wajib.”

Bab : Permohonan: “Ya Allah, berilah kami rasa takut akan Engkau yang akan datang di antara kami dan ketidaktaatan kepada-Mu”

Jami` at-Tirmidhi 3503
Muslim bin Abi Bakrah dijo

“Ayahku mendengar aku ketika aku berkata: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kemalasan dan azab kubur (Allahumma, innī a`ūdhu bika minal-hammi wal-kasali wa `adhābil-qabr).” Dia berkata: “Wahai anakku, dari siapakah kamu mendengar ini?” Dia berkata: “Aku berkata: 'Aku mendengar kamu mengatakannya. ' Dia berkata: “Tetaplah berpegang teguh pada mereka, karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah (ﷺ) mengatakan mereka.”

Bab : Tentang Kebajikan Meminta Al-Afiyah Dan Al-Mu'afah

Jami` at-Tirmidhi 3514
Al-`Abbas bin `Abdul-Muttalib katanya

“Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, ajarilah aku sesuatu supaya aku mohon kepada Allah (Yang Mahakuasa). ' Dia (ﷺ) berkata: “Mintalah Allah untuk Al-'Afiyah.” Kemudian saya tinggal selama sehari, kemudian saya datang dan berkata: “Ya Rasulullah, ajarilah saya sesuatu yang saya mohon kepada Allah.” Jadi dia (ﷺ) berkata kepada saya: “Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah! Mintalah kepada Allah untuk Al-'Afiyah di dunia dan di akhirat.

Jami` at-Tirmidhi 3515
[Ibnu Umar menceritakan bahwa Rasulullah berkata (ﷺ)

“Tidak ada yang diminta Allah untuk sesuatu yang lebih dikasihi daripada diminta Al-'Afiyah.]

Bab : Berisi Dua Hadis, “At-Tasbih adalah Setengah dari Skala...”

Jami` at-Tirmidhi 3518
Abdullah bin Amr menceritakan bahwa Rasulullah berkata

“At-Tasbi adalah setengah dari timbangan, dan segala pujian adalah milik Allah (Al-Hamdulillah) 'mengisinya, dan tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. “Tidak ada penghalang darinya dari Allah sampai mencapai Dia.”

Bab : Permohonan di Arafat: “Ya Allah, bagimu pujian”

Jami` at-Tirmidhi 3520
Ali bin Abi Thalib dijo

“Sebagian besar dari apa yang dimohon Rasulullah (ﷺ) pada sore hari di Arafat sambil berdiri adalah: 'Ya Allah bagi-Mu pujian seperti apa yang Engkau ucapkan, dan lebih baik dari apa yang kami katakan. Ya Allah, bagi-Mu semua shalat, pengorbananku, hidupku dan kematianku. Dan kepada-Mu aku kembali, dan kepada-Mu, Tuhanku, milik pusakanku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, bisikan dada, dan pemisahan urusan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin (Allahumma lakal-ḥamdu, kalladhī taqulu, wa khairan mimmā naqul. Allahumma laka shalati wa nusuki, wa maḥyāya wa mamati, ilaika ma'abi, wa laka, rabi, turati. Allahumma dalam a`udhu bika min `adhābil-qabri, yang waswasatiṣ-ṣadri, wa shatātil-amr. Allahumma dalam a`ūdhu bika min sharri mā tajī'u bihir-rīḥ).”

Bab

Jami` at-Tirmidhi 3528
'Amr bin Syu'aib menceritakan dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Apabila salah seorang di antara kamu menjadi ketakutan saat tidur, maka hendaklah dia berkata: 'Aku berlindung kepada Firman Allah yang Sempurna dari kemarahan-Nya, siksa-Nya, dan kejahatan makhluk-makhluk, dari bisikan Syyatin, dan bahwa mereka akan datang (A`ūdhu bikalimātillāhit-tāmmati min ghaḍabihī wa `iqābihī wa sharri `ibādih wa, Saya tidak akan berbuat apa-apa.” Sesungguhnya mereka tidak akan menyakitinya.” Beliau berkata: “Maka Abdullah bin 'Amr biasa mengajarkannya kepada anak-anaknya yang telah mencapai kedewasaan, dan mereka yang tidak melakukannya, dia akan menuliskannya di selembar kertas dan kemudian menggantungnya di lehernya.”

Bab : “Tidak ada yang lebih ghayrah selain Allah”

Jami` at-Tirmidhi 3530
'Amr bin Murrah katanya

“Saya mendengar Abu Wa'il berkata: 'Abdullah bin Mas'ud berkata' dan saya berkata kepadanya: 'Apakah Anda mendengarnya dari 'Abdullah? ' Dia menjawab: “Ya.” Dan dia menceritakan dalam bentuk Marfu bahwa dia berkata: “Tidak ada yang lebih besar dari pada Allah, dan karena itu Dia mengharamkan dosa-dosa fasik, apa yang nyata dari mereka dan apa yang tersembunyi. Dan tidak ada seorangpun yang lebih dikasihi puji daripada Allah, dan karena itu Dia memuji diri-Nya sendiri.

Bab : Permohonan: “Ya Allah, aku telah banyak menganiaya diriku sendiri...”

Jami` at-Tirmidhi 3531
Abdullah bin 'Amr menceritakan dari Abu Bakr As-Siddiq bahwa dia berkata

“Wahai Rasulullah, ajarilah aku sebuah doa supaya aku dapat memohon dalam shalat saya.” Dia (ﷺ) berkata: “Katakanlah: “Ya Allah, aku telah banyak menganiaya diriku sendiri dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu, dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Allahumma innī ṣalamtu nafsī ulman kathīran wa lā yaghfirudh-dhunūba illā anta faghfirlī maghfiratan min `indika warḥamnī innaka antal-ghafūrur-raḥīm).”

Bab : Mengenai penegasan doa dengan mendahuluinya dengan rasa syukur, pujian, dan shalat kepada Nabi...

Jami` at-Tirmidhi 3477
'Amr bin Malik Al-Janbi menceritakan bahwa dia mendengar Fadalah bin `Ubaid berkata

“Nabi (ﷺ) mendengar seorang pria berdoa dalam shalat tetapi dia tidak mengirim shalat kepada Nabi (ﷺ), maka Nabi (ﷺ) berkata: 'Yang ini telah bergegas. ' Kemudian dia memanggilnya dan berkata kepadanya, atau kepada orang selain dia: “Apabila salah seorang di antara kamu melakukan shalat, maka hendaklah dia mulai dengan mengucapkan syukur kepada Allah dan memuji-Nya. Kemudian, hendaklah dia shalat kepada Nabi (ﷺ), kemudian biarlah dia berdoa setelah itu, apa pun yang dia inginkan. '”

Bab

Jami` at-Tirmidhi 3479
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Berserulah kepada Allah sambil yakin akan dijawab, dan ketahuilah bahwa Allah tidak menanggapi permohonan dari hati orang yang lalai dan sibuk bermain.”

Bab : Kisah Menyentuh Permohonan “Ya Allah, beri aku petunjuk kepadaku”

Jami` at-Tirmidhi 3483
Imran bin Husain menceritakan

“Nabi (ﷺ) berkata kepada ayahku: 'Wahai Husain, berapa banyak dewa yang kamu sembah sekarang? Dia berkata: “Tujuh. Enam di bumi dan satu di atas langit.” Dia berkata: “Maka siapakah di antara mereka yang kamu anggap sebagai permohonan dan ketakutanmu?” Dia berkata: “Yang di atas langit.” Beliau berkata: “Wahai Husain, jika kamu mau menerima Islam, aku akan mengajarkan kepadamu dua kalimat yang akan bermanfaat untukmu.” Dia berkata: “Maka ketika Husain menerima Islam, dia berkata: 'Ya Rasulullah, ajarilah saya dua frasa yang Anda janjikan kepada saya. ' Maka dia (ﷺ) berkata: “Katakanlah: Ya Allah, beri petunjuk kepadaku, dan lindungi aku dari kejahatan jiwaku (Allahumma alhimnī rushdī, wa a`idhnī min sharri nafsi).”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Menghitung Tasbih Di Tangan

Jami` at-Tirmidhi 3486
Abdullah bin Amr menceritakan

“Saya melihat Nabi menghitung Tasbih di tangannya.”

Bab : Permohonan “Ya Allah, berikanlah kepadaku cinta-Mu dan kasih orang-orang yang cintanya akan bermanfaat bagiku bersama-Mu”

Jami` at-Tirmidhi 3491
Abdullah bin Yazid Al-Khatmi Al-Ansari menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) biasa berkata dalam permohonannya

“Ya Allah, berikanlah kepadaku kasih-Mu dan kasih orang-orang yang cintanya akan bermanfaat bagiku bersama-Mu. Ya Allah, apa saja yang telah Engkau berikan kepadaku dari apa yang aku cintai, maka jadikanlah aku kekuatan untuk apa yang Engkau cintai. Ya Allah, dan apa yang telah Engkau jauhkan dariku dari apa yang aku cintai, maka jadikanlah untukku waktu istirahat dalam apa yang Engkau cintai. (Allahummarzuqnī ḥubbuka, wa ḥubba man yanfa`unī ḥubbuhu `indak. Allahumma adalah salah satu yang paling penting bagi kita untuk beribadah. Allahumma wa mā zawaita `annī mimmā uḥibbu faj`alhu farāghan dan fīmā tuḥibb) . ”

Bab : Mengenai Permohonan Dhun-Nun...

Jami` at-Tirmidhi 3505
Ibrahim bin Muhammad bin Sa`d menceritakan dari ayahnya, dari Sa`d bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Permohonan Dhunnun (Nabi Yunus) ketika dia berdoa, sementara di perut ikan paus itu adalah: “Tidak ada yang layak disembah selain Engkau, kemuliaan Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang melampaui batas. (Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu mina-ālimīn) 'Maka sesungguhnya tidak ada seorang Muslim yang memohon dengan itu untuk sesuatu, kecuali Allah yang menanggapinya.”

Bab : Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama

Jami` at-Tirmidhi 3507
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus dikurangi satu; barangsiapa menghitungnya akan masuk surga. Dialah Allah yang tidak layak disembah kecuali Dia, Maha Penyayang, Maha Penyayang, Maha Pemurah (bagi orang-orang beriman), Raja (Al-Malik), Yang Maha Kekurangan (Al-Quddus), Yang Maha Pemurah (Al-Quddus), Yang Maha Pemurah Keselamatan (As-Salam) Pemberi keamanan (al-Mu'min), Penjaga (Al-Muhaimin), Yang Perkasa (Al-`Azīz), Yang Perkasa (Al-Jabbar), Yang Maha Agung (Al-Mutakabbir), Sang Pencipta (Al-Khāliq), Pembuat (Al-Bari), Pembuat (Al-Muṣawwir), Pengampun (Al-Muṣawwir) Ghaffār), Yang Luar Biasa (Al- Qahhar), Yang Memberi (Al-Wahhab), Pemberi (Ar-Razzāq), Pembuka (Al-Fatāḥ), Yang Mengetahui (Al-Qābiā), Yang Memberi (Al-Bāsiat), Yang Maha Mengetahui (Al-Qābiā), Yang Memberi (Al-Bāsiat), Abaser (Al-Khafiā), Yang Maha Mengagungkan (Ar-Rāfi`), Yang Memberi (Al-Bāsiat), Yang Memberi (Al-Khafiā) (Al-Mu'izz), Yang mempermalukan (Al-Mu'hil), Yang Mendengar (As-Samī`), Yang Melihat (Al-Baṣīr), Hakim (Al-Akhakam), Yang Adil (Al-Adl), Yang Berbaik (Al-Laṭīf), Yang Sadar (Al-Khabīr), Yang Maha Penyayang (Al-Ahlam), Yang Maha Agung (Al-A`` Yang Maha Pengampun, Yang Bersyukur, Yang Mahatinggi, Yang Mahatinggi (Al-Aliyi), Yang Agung (Al-Kabīr), Penjaga (Al-Ḥafī), Yang Kuasa (Al-Muqīt), Pemegang (Al-Hasib), Yang Mulia (Al-Jalil), Yang Murah (Al-Karīm), Pengawas (ar-Raqīb), Sang Penjawab (Al-Mujīb), Pemberi Liberal (Al-Wāsi`), Yang Bijaksana (Al-Hakīm), Mencintai (Al-Wadūd), Yang Agung (Al-Majīd), Yang Menghidupkan (al-Bā`ith), Saksi (Ash-Shahid), Kebenaran (Al-Haqq), Penjamin (Al-Wakil), Yang Kuat (Al-Qawiyy), Yang Tebas (Al-Matīn), Yang Membantu (Al-Waliyy), Yang Terpuji (Al-Qawiyy) Yang Maha Menguasai (Al-Muḥṣi), Yang Memulai segala sesuatu (Al-Mubdi), Yang Membawa segala sesuatu Kembali (al-Mu'īd), Yang menghidupkan (Al-Muḥyi), yang menyebabkan kematian (Al-Mumīt), Yang Hidup (Al-Hayyu), Yang Mendapat (Al-Qayyūm), Yang Maha Suci (Al-Wāḥid), Yang Maha Suci (Al-Wāḥid), Yang Maha Esa (Al-Wāḥid), Yang Maha Esa (Aṣ-ṣ-ṣ-ṣi) Yang Maha Kuasa, Yang Maha Kuasa (Al-Muqtadir), Yang Terburu-buru (Al-Muqaddim), Yang Menunda (Al-Mu'akhkhir), Yang Pertama (Al-Awal), Yang Terakhir (Al-Akhir), Yang Ternyata (A), Yang Batin (Al-Bāṭin), Pemiliknya (Al-Wāthir) Li), Yang Mulia (al-Muta`āli), Yang Melakukan Kebaikan (Al-Barr), Penerima pertobatan (Al-Tawwāb), Pembalas (Al-Muntaqim), Pengampunan (Al-`Afuww), Yang Berbaik (ar-Ra'ūf), Pemilik Kekuasaan (Mālikul-Mulk), Pemegang Kemuliaan dan Kedermawanan (Dzul Jalali wal Ikrām), Yang Berbuat Keadilan (Al-Muqsiat), Al-Jāmi`, yang kaya (Al-Ghaniyy), Yang Memperkaya (Al-Mughni), Yang Menerima (Al-Māni`), Yang Harmer (Ad-Dār), Yang Menuntungkan (An-Nāfi`), Terang (An-Nur), Pemimpin (Al-Hadi), Pencipta (Al-Badī`), (Al-Badī`) Al-Bāqi), yang mewarisi (al-Wārith), Pemandu (ar-Rashīd), Yang Toleran (Aṣ-ṣabūr).

Jami` at-Tirmidhi 3509
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Apabila kamu melewati surga surga, maka bersantailah. Aku berkata: “Wahai Rasulullah, apakah surga surga itu?” Dia berkata, “Masajid.” Aku berkata: “Dan apakah pesta itu, wahai Rasulullah?” Beliau berkata: “Maha Suci Allah” dan “Segala puji adalah milik Allah” dan “Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, (Lā Ilāha Illallāh) 'dan 'Allah adalah Maha Besar (Allahu Akbar)'”

Bab : Tentang Menyebutkan Kembalinya Kepada Allah Pada Saat Malapetaka

Jami` at-Tirmidhi 3511
Umar bin Abu Salamah menceritakan dari ibunya, Umm Salamah, bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Apabila ditimpa salah seorang di antara kamu, maka hendaklah ia berkata: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami akan kembali. Ya Allah, aku mencari pahala bersama-Mu atas kesengsaraanku, maka balasilah aku untuk itu, dan gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik (Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji`ūn, Allāhumma `indaka aḥtasibu muṣībatī fa'jurnī fīhā wa abdilnī minhā khair). '” Ketika waktu kematian sudah dekat Abu Salamah, dia berkata: “Ya Allah, gantilah istriku dengan yang lebih baik dariku.” Maka ketika dia meninggal, Umm Salamah berkata: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Aku meminta pahala dari sisi Allah atas kesusahanku, maka pahalilah aku karenanya.”